Proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya (Tol Geta): Rencana, Progres Lelang, dan Dampak Lahan di Kabupaten Bandung
Pembangunan infrastruktur jalan tol terus menjadi prioritas pemerintah guna memperlancar konektivitas antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu proyek ambisius yang tengah dalam proses persiapan adalah Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya, yang akrab disapa Tol Geta. Proyek ini diproyeksikan akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia jika seluruh ruasnya terealisasi.
Namun, rencana pembangunan Tol Geta ini akan berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Sebanyak 28 desa yang tersebar di enam kecamatan diprediksi akan terdampak oleh pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional ini.
Dampak Lahan: 28 Desa di Kabupaten Bandung Terkena Proyek Tol Geta
Pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya diproyeksikan akan melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Data terkini menunjukkan bahwa total 28 desa di enam kecamatan yang berbeda akan terdampak oleh proyek ini. Perluasan dan pembangunan infrastruktur ini akan melibatkan proses pembebasan lahan di area-area tersebut.
Berikut adalah daftar desa dan kecamatan di Kabupaten Bandung yang rencananya akan dilalui oleh Tol Geta:
Kecamatan Cicalengka
- Desa Bojong
- Desa Mandalawangi
- Desa Narawita
- Desa Margaasih
- Desa Ciherang
- Desa Ganjar Sabar
- Desa Citaman
- Desa Nagreg
Kecamatan Paseh
- Desa Cigentur
- Desa Karangtunggal
- Desa Tangsimekar
- Desa Cijagra
- Desa Cipedes
Kecamatan Bojongsoang
- Desa Tegalluar
- Desa Sukamanah
Kecamatan Solokan Jeruk
- Desa Cibodas
- Desa Langensari
- Desa Padamukti
- Desa Panyadap
Kecamatan Cikancung
- Desa Srirahayu
- Desa Mekarlaksana
- Desa Ciluluk
- Desa Cikancung
- Desa Mandalasari
- Desa Cihanyir
Kecamatan Rancaekek
- Desa Bojongloa
- Desa Tegal Sumedang
- Desa Sukamanah
Progres Lelang Tol Geta dan Proyek Jalan Tol Lainnya
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di tanah air. Untuk proyek-proyek jalan tol baru, termasuk Tol Geta, proses lelang menjadi tahapan krusial yang menentukan kelanjutan proyek. BPJT mengimbau para calon peserta lelang untuk selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi mereka.
Proses registrasi peserta lelang untuk berbagai proyek jalan tol, termasuk Tol Geta, akan segera dibuka. BPJT menegaskan bahwa semua pengumuman resmi mengenai jadwal dan persyaratan lelang hanya akan dipublikasikan melalui saluran komunikasi resmi mereka.
Awal tahun ini, BPJT berencana untuk melakukan lelang terhadap 19 proyek jalan tol. Tol Geta atau Gedebage–Tasikmalaya merupakan salah satu dari belasan proyek yang masuk dalam daftar lelang tersebut.
Secara keseluruhan, total nilai investasi dari 19 proyek jalan tol yang siap dilelang diperkirakan mencapai Rp 408,68 triliun. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran yang signifikan untuk mendukung tahapan persiapan hingga pelaksanaan lelang proyek-proyek ini.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rachman Arief, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 27,55 miliar telah disiapkan untuk mendukung seluruh rangkaian proses lelang. Dari jumlah tersebut, alokasi sebesar Rp 23,33 miliar secara spesifik diperuntukkan bagi persiapan 19 proyek jalan tol yang akan dilelang, termasuk Tol Geta.
“Untuk kegiatan tahap penyiapan 19 proyek tol KPBU dialokasi sebesar Rp 23,33 miliar dan estimasi biaya investasi sebesar Rp 408,68 triliun,” ujar Rachman Arief dalam sebuah rapat bersama Komisi V DPR RI.
Rapat tersebut memberikan gambaran progres terbaru mengenai Tol Geta. Proyek ini telah digaungkan oleh pemerintah dan telah melalui proses lelang sebanyak dua kali namun belum menemukan pemenang. Rencana pembangunan Tol Geta ini telah berjalan dalam tahap pembebasan tanah.
Profil dan Target Pembangunan Tol Geta
Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya (Tol Geta) telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022. Penetapan ini menunjukkan betapa pentingnya proyek ini bagi pembangunan infrastruktur nasional. Target awal penyelesaian ruas Gedebage–Tasikmalaya ditetapkan pada tahun 2024, meskipun progres lelang yang masih berlanjut dapat memengaruhi jadwal ini.
Awalnya, desain Tol Geta memiliki rencana bentang sepanjang 206,65 kilometer. Rinciannya adalah sebagai berikut:
* Jawa Barat: 171,40 km
* Jawa Tengah: 35,25 km
Namun, dalam perkembangan terkini, fokus proyek ini akan berjalan hingga wilayah Tasikmalaya saja.
Potensi Menjadi Tol Terpanjang di Indonesia
Jika seluruh rencana pembangunan terealisasi sesuai desain awal, Tol Geta berpotensi memecahkan rekor sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia. Rekor saat ini dipegang oleh Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) yang memiliki panjang sekitar 189 km.
Tol Geta sendiri akan terbagi menjadi dua seksi utama:
* Seksi 1: Junction Gedebage–Garut Utara (45,20 km)
* Seksi 2: Garut Utara–Tasikmalaya (50,32 km)
Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan konektivitas, mempercepat arus barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru di wilayah Jawa Barat, khususnya antara Bandung dan Tasikmalaya.



















