Peringatan Dini BMKG: Ancaman Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan Awal Februari 2026
Makassar – Sulawesi Selatan diprediksi akan menghadapi peningkatan intensitas curah hujan yang signifikan pada awal Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah bagian barat provinsi tersebut.
Prakiraan cuaca ini merujuk pada analisis periode Dasarian, yaitu satuan waktu meteorologi yang membagi bulan menjadi tiga rentang 10 hari. Pada Dasarian I Februari 2026, yang mencakup tanggal 1 hingga 10 Februari, BMKG memproyeksikan adanya lonjakan curah hujan.
“Prakiraan kami intensitasnya meningkat diawal dasarian, tanggal 2 hingga 4 Februari,” ujar Nur Asia Utami, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar. Peningkatan ini diperkirakan bersifat sementara, dengan intensitas hujan yang kembali menurun menjelang akhir Dasarian I.
Intensitas Hujan dan Potensi Dampaknya
BMKG mengklasifikasikan intensitas hujan berdasarkan standar tertentu:
- Hujan Sedang: Memiliki intensitas antara 20 hingga 50 milimeter per hari. Hujan dengan kategori ini umumnya berlangsung lebih lama dan berpotensi menimbulkan genangan air di titik-titik rawan.
- Hujan Lebat: Memiliki intensitas antara 50 hingga 100 milimeter per hari. Kondisi ini sangat rentan memicu bencana hidrometeorologi yang lebih serius, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Wilayah yang paling berpotensi terdampak oleh hujan sedang hingga lebat ini meliputi daerah-daerah di Sulawesi Selatan bagian barat, yaitu:
- Parepare
- Barru
- Pangkep
- Maros
- Makassar
- Gowa
- Takalar
Selain itu, potensi angin kencang juga diperkirakan akan melanda wilayah barat dan selatan Sulawesi Selatan selama periode tiga hari tersebut.
Peringatan Dini dan Sebaran Wilayah Terdampak
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang diperbarui berdasarkan hari:
Senin, 2 Februari 2026: Peringatan waspada hujan sedang hingga lebat dikeluarkan untuk 16 daerah, meliputi:
- Kabupaten Luwu Timur
- Luwu Utara
- Luwu
- Toraja Utara
- Tana Toraja
- Pinrang
- Barru
- Pangkep
- Maros
- Gowa
- Takalar
- Jeneponto
- Bulukumba
- Selayar
- Kota Makassar
- Kota Parepare
Selasa-Rabu, 3-4 Februari 2026: Intensitas hujan sedang hingga lebat diprediksi masih terjadi di 12 daerah, yaitu:
- Kabupaten Luwu Timur
- Luwu Utara
- Luwu
- Toraja Utara
- Tana Toraja
- Palopo
- Pinrang
- Parepare
- Takalar
- Jeneponto
- Bulukumba
- Selayar
Pada periode yang sama, level siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan di beberapa wilayah kunci:
- Barru
- Pangkep
- Maros
- Makassar
- Gowa
Kesiapsiagaan BPBD Sulsel Menghadapi Bencana
Menyikapi potensi ancaman bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan telah mengambil langkah-langkah antisipasi yang komprehensif. Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyatakan bahwa personel telah disiagakan di posko-posko kabupaten dan kota.
Langkah-langkah kesiapsiagaan yang telah dilakukan meliputi:
Kesiapan Peralatan Penyelamatan
- Perahu Karet: BPBD Sulsel telah menyiapkan sejumlah perahu karet, baik yang merupakan aset Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah. Perahu-perahu ini telah didistribusikan ke daerah-daerah yang dinilai berisiko tinggi mengalami banjir, khususnya di wilayah barat Sulawesi Selatan.
- Distribusi Peralatan: “Saat ini kita memang telah menyiagakan seperti perahu-perahu, kita simpan di Makassar pinjam pakaikan perahu, di Barru pinjam pakaikan perahu dianggap zona berbahaya,” jelas Amson Padolo. Kabupaten Barru secara spesifik disebutkan memiliki risiko banjir yang tinggi, terutama karena lokasinya yang berada di garis pantai, yang rentan terhadap banjir rob.
Ketersediaan Logistik Buffer Stock
- Persediaan Darurat: BPBD Sulsel juga telah mengirimkan logistik buffer stock ke 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Buffer stock merupakan persediaan logistik darurat yang disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban bencana.
- Kecepatan Distribusi: “Jadi kalau ada tidak diminta terjadi bencana, secepatnya dikerahkan 3×24 jam logistik sudah harus sampai ke daerah bencana,” tegas Amson Padolo mengenai target waktu pengiriman logistik.
- Penentuan Sebaran Logistik: Penentuan sebaran logistik didasarkan pada beberapa faktor penting, antara lain:
- Potensi jenis bencana di suatu wilayah.
- Jumlah penduduk yang berisiko terdampak.
- Ketersediaan logistik di tingkat setempat.
Jenis Logistik yang Disiapkan
Logistik yang telah disiapkan meliputi berbagai kebutuhan pokok dan penunjang kehidupan bagi para korban bencana:
- Bahan Pangan: Makanan siap saji seperti biskuit, ikan kaleng, dan roti.
- Logistik Shelter Kit:
- Tenda untuk pengungsian.
- Matras untuk alas tidur.
- Pakaian.
- Family kit, yang berisi perlengkapan untuk kebutuhan keluarga.
Dengan kesiapsiagaan yang matang dari BMKG dan BPBD, diharapkan masyarakat Sulawesi Selatan dapat meminimalkan risiko dan dampak dari potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi pada awal Februari 2026.




















