Kekalahan Arsenal atas Manchester United dengan skor 3-2 menuai kritik pedas dari legenda klub, Patrick Vieira. Bukan hanya sekadar kekalahan, hasil ini dinilai berpotensi mengganggu mentalitas tim dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.
Arsenal sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk memperlebar jarak menjadi tujuh poin di puncak klasemen. Namun, gol telat dari pemain Manchester United, Matheus Cunha, menggagalkan ambisi tersebut dan memperkecil keunggulan menjadi hanya empat poin saja.
Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi tim yang tengah berjuang meraih gelar liga pertama sejak tahun 2004. Bagi sebagian pendukung, kekalahan ini seolah mengulang memori buruk di masa lalu. Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal kerap kali berada di ambang juara, namun selalu gagal di saat-saat krusial. Empat kali menjadi runner-up di Liga Primer Inggris memunculkan kembali pertanyaan mengenai mentalitas dan ketahanan mental tim.
Vieira, yang merupakan salah satu pilar penting Arsenal di era kejayaan mereka, tak ragu untuk menyoroti isu ini. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa mantan klubnya.
“Mereka memang masih unggul empat poin, tetapi pertanyaan tentang kekuatan mental tim tetap ada. Saya pikir mereka akan sangat kecewa dengan penampilan tersebut, bukan hanya karena kalah, tetapi juga cara mereka kalah,” ujar Vieira.
Menurut Vieira, masalah Arsenal bukan hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada performa di lapangan. Ia menilai ada kekurangan kreativitas dalam permainan The Gunners.
“Ada kekurangan kreativitas, mereka tidak menciptakan cukup peluang. Saya pikir Saka atau Trossard tidak cukup produktif untuk menciptakan ancaman bagi United,” tuturnya.
Vieira menekankan pentingnya sosok pemimpin di dalam tim, terutama di saat-saat sulit seperti ini.
“Dalam situasi seperti ini, mereka membutuhkan seorang pemimpin untuk membangkitkan semangat tim. Akan ada momen di mana mereka membutuhkan seseorang untuk membuat mereka mengerti bahwa ketika mereka berada di lapangan, mereka harus bermain dengan determinasi tinggi,” tegas Vieira.
Vieira menutup kritiknya dengan nada kecewa, menyatakan bahwa tim Arsenal saat ini memiliki kualitas yang mumpuni, tetapi perlu bermain dengan lebih berani dan mengambil risiko.
“Saya rasa ini adalah tim yang penuh kualitas dan perlu bermain dengan lebih banyak energi serta mengambil lebih banyak risiko… mereka memiliki kualitas tersebut dan penampilan mereka mengecewakan karena saya merasa mereka tidak bermain dengan bebas untuk mengekspresikan diri,” ungkap Vieira.
Sorotan pada Bukayo Saka
Vieira juga menyoroti beberapa pemain secara individu yang dinilainya gagal memberikan performa terbaiknya ketika Arsenal sangat membutuhkan mereka.
“Mereka hanya perlu kembali ke dasar-dasar permainan. Bermain dengan bebas dan mengekspresikan diri,” ujar Vieira.
“Kekuatan tim ini adalah menciptakan peluang dan mencetak gol… terutama saat bermain di kandang, mereka agresif dalam menguasai bola,” sambungnya.
Vieira menilai bahwa terlalu banyak pemain yang tampil di bawah standar pada pertandingan melawan Manchester United.
“Beberapa pemain perlu menampilkan performa terbaik mereka. Saya rasa terlalu banyak pemain yang tidak tampil maksimal hari ini,” ucap Vieira.
“Pertandingan hari ini wajib dimenangkan karena penting untuk mengirimkan pesan bahwa kami ingin menang dan menunjukkan hal itu kepada tim-tim lain di liga,” lanjutnya.
Saat diminta menyebutkan nama pemain yang kurang bersinar, Vieira tak ragu menunjuk Bukayo Saka. Menurutnya, Saka terlalu pendiam di lapangan.
“Dia adalah salah satu, jika bukan yang terbaik, pemain ofensif dan dalam pertandingan besar seperti itu, Anda berharap dia akan memimpin tim dan tampil maksimal,” tandas Vieira.
Selain Saka, Vieira juga menyinggung pemain lain di lini serang dan tengah. Ia menyoroti Leandro Trossard yang dinilainya tidak tampil maksimal. Di lini depan, Gabriel Jesus dinilai banyak berlari dan mengeluarkan banyak energi, namun seharusnya lebih fokus dan berada di dalam kotak penalti.
“Di lini tengah, hanya (Declan) Rice yang terlihat mampu merebut bola dan memenangkan duel satu lawan satu, tetapi terlalu banyak pemain yang bermain di bawah level mereka, dan ketika itu melawan United, sulit untuk mendapatkan hasil yang baik,” beber Vieira.
Peringatan Serius bagi Arsenal
Kekalahan ini mungkin belum memupuskan harapan Arsenal untuk meraih gelar juara, tetapi jelas menjadi peringatan serius. Pertanyaan yang muncul sekarang bukan hanya tentang kualitas pemain, melainkan apakah mereka benar-benar siap secara mental untuk menuntaskan perburuan gelar hingga akhir musim. Arsenal perlu segera berbenah diri dan memperbaiki mentalitas tim jika ingin mewujudkan impian meraih gelar juara Liga Primer Inggris.




