Kebakaran Hebat Landa Denpasar Utara, Ratusan Juta Rupiah Ludes Terbakar
DENPASAR – Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, menandakan kobaran api yang melalap habis dua bangunan komersial di kawasan Jalan Antasura, Denpasar Utara, Bali, pada Sabtu sore, 31 Januari 2026. Peristiwa nahas ini meluluhlantakkan Toko Baju Megending dan sebuah salon, menyisakan puing-puing yang tak ternilai harganya. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan warga dan pengguna jalan yang melintas.
Pihak kepolisian segera bertindak cepat, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal dan memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian. Berdasarkan penyelidikan awal yang dilakukan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, dugaan kuat penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik pada stopkontak di lantai satu bangunan.
Api pertama kali dilaporkan muncul secara tiba-tiba dari bagian bawah toko, yang difungsikan sebagai area penyimpanan stok barang. “Api pertama kali terlihat dari colokan listrik di tembok sisi selatan, dekat dengan pajangan baju,” ujar Iptu Adi pada Minggu, 1 Februari 2026. Keterangan ini diperkuat dengan kondisi material di dalam toko yang sebagian besar terdiri dari kain, yang sangat mudah terbakar. Sifat material inilah yang menyebabkan api menjalar dengan sangat cepat ke seluruh ruangan, bahkan hingga merembet ke lantai dua.
Saat ini, kasus kebakaran ini masih dalam penanganan intensif oleh Polsek Denpasar Utara untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Fokus utama kepolisian saat ini adalah menjaga keamanan di sekitar lokasi kejadian. Pihak berwenang mengapresiasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini.
Respons Cepat Petugas Pemadam Kebakaran
Menyikapi situasi darurat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar segera mengerahkan seluruh pos pemadam untuk menjinakkan api. Tujuannya tak lain adalah untuk mencegah api meluas dan merembet ke bangunan lain yang berdekatan di area Banjar Pengukuh.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup intens. Tantangan utama dalam upaya pemadaman adalah banyaknya material kain yang mudah terbakar di dalam bangunan. “Kami mengerahkan seluruh pos pemadam dibantu oleh TRC BPBD Kota Denpasar,” jelasnya, menekankan skala upaya yang dikerahkan.
Meskipun api berhasil dikuasai setelah perjuangan yang panjang, insiden ini meninggalkan luka bagi salah satu warga. Seorang individu bernama Kadek Gita Wahyuni harus mendapatkan penanganan medis akibat sesak napas yang dialaminya. Sesak napas ini timbul karena menghirup asap tebal yang mengepul saat kejadian berlangsung.
Kadek Gita segera mendapatkan pertolongan pertama berupa pemberian oksigen sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Wangaya untuk perawatan lebih lanjut. “Ada yang sesak napas akibat menghirup asap,” bebernya, mengonfirmasi adanya dampak kesehatan yang dialami korban.
Kerugian Materiil dan Dampak Jangka Panjang
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp150 juta. Angka ini mencakup seluruh stok baju yang ludes tak bersisa di Toko Baju Megending. Tidak hanya itu, bagian bangunan salon yang lokasinya menyatu dengan toko baju tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan kelistrikan dan pencegahan kebakaran, terutama di area komersial yang menyimpan banyak material mudah terbakar. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha mereka dalam kondisi baik dan aman. Inspeksi rutin dan pemeliharaan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Pencegahan Kebakaran: Langkah Krusial untuk Keamanan
Kebakaran yang melanda Jalan Antasura ini kembali menyoroti pentingnya langkah-langkah pencegahan kebakaran yang efektif. Beberapa langkah krusial yang dapat diambil antara lain:
- Pemeriksaan Rutin Instalasi Listrik: Memastikan kabel-kabel tidak terkelupas, sambungan listrik kuat, dan penggunaan stopkontak sesuai kapasitasnya. Hindari penggunaan sambungan listrik yang berlebihan atau “kabel melilit”.
- Perawatan Peralatan Elektronik: Memeriksa kondisi peralatan elektronik secara berkala dan segera mengganti jika ditemukan kerusakan.
- Penanganan Material Mudah Terbakar: Menyimpan material yang mudah terbakar, seperti kain, kertas, atau bahan kimia, di tempat yang aman dan terpisah dari sumber panas atau percikan api.
- Penyediaan Alat Pemadam Kebakaran: Memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di tempat usaha dan rumah, serta memastikan semua penghuni mengetahui cara penggunaannya.
- Edukasi Keselamatan: Mengadakan sosialisasi dan pelatihan keselamatan kebakaran secara berkala bagi karyawan atau anggota keluarga.
- Mematuhi Aturan Bangunan: Memastikan bangunan memenuhi standar keselamatan kebakaran, termasuk jalur evakuasi yang jelas dan sistem alarm kebakaran jika diperlukan.
Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, risiko terjadinya kebakaran seperti yang dialami Toko Baju Megending dan salon di Denpasar Utara dapat diminimalisir secara signifikan, menjaga keamanan dan aset berharga dari ancaman si jago merah.




















