Pencarian Korban Longsor Eks Tambang Pondi Masuki Hari Ketiga, Fokus pada Satuidentified korban
Bangka – Upaya pencarian korban insiden tanah longsor di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Bangka, memasuki hari ketiga pada Rabu (4/2/2026). Tim SAR Gabungan telah memulai operasi pencarian sejak pagi hari, tepatnya pukul 08.30 WIB, dengan harapan dapat menemukan satu korban yang masih belum teridentifikasi.
Sebelum memulai kegiatan pencarian pada hari ini, seluruh anggota Tim SAR Gabungan melaksanakan apel pagi. Sesi ini bertujuan untuk memberikan arahan dan strategi terkini kepada tim mengenai area fokus dan metode pencarian yang akan diterapkan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka, Rusmansyah, menyatakan, “Hari ini, apel persiapan operasi pencarian hari ketiga sudah kita mulai.”
Korban yang masih dalam pencarian teridentifikasi sebagai Soleh, seorang pria berusia 32 tahun yang berasal dari Banten. Hingga saat ini, tim masih terus berupaya keras. “Sampai saat ini pencarian tetap dilakukan, semoga hari ini korban dapat ditemukan,” ujar Rusmansyah penuh harap.
Kendala Teknis dalam Operasi Pencarian Hari Kedua
Sebelumnya, operasi pencarian yang dilaksanakan pada hari kedua, Selasa (3/2/2026), dilaporkan menghadapi sejumlah kendala. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa tim SAR Gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Salah satu fokus utama pada hari kedua adalah optimalisasi penggunaan alat berat, seperti ekskavator.
Mikel mengungkapkan tantangan yang dihadapi di lapangan. “Kondisi yang dihadapi di lapangan, kami hadapi kendala yaitu adanya pergeseran dari struktur tanah di sekitar lokasi terjadinya longsor pada saat dilakukan penggalian,” terangnya. Pergeseran struktur tanah ini menjadi faktor yang mempersulit proses penggalian dan pencarian, membutuhkan kehati-hatian ekstra dari tim di lapangan.
Untuk mengatasi kendala tersebut dan mempercepat proses pencarian, tim berencana untuk memaksimalkan upaya hingga sore hari. Analisis mendalam terus dilakukan untuk mengevaluasi kemungkinan penambahan unit ekskavator jika memang diperlukan. “Jika dibutuhkan untuk penambahan escavator, akan kami tambahkan untuk mempercepat pencarian,” tegas Mikel, menunjukkan komitmen tim untuk tidak meninggalkan satu pun kemungkinan dalam upaya penyelamatan.
Kronologi dan Dampak Insiden Longsor
Insiden tanah longsor di kawasan eks tambang Pondi ini menjadi perhatian serius mengingat potensi bahaya yang ditimbulkannya, terutama di area bekas aktivitas pertambangan yang memiliki struktur tanah yang rentan. Longsor yang terjadi di area eks tambang seringkali disebabkan oleh faktor-faktor seperti curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, atau ketidakstabilan lereng akibat aktivitas penambangan sebelumnya.
Kawasan eks tambang, meskipun sudah tidak aktif, seringkali menyimpan risiko geologis yang signifikan. Struktur tanah yang telah terganggu oleh aktivitas penambangan sebelumnya dapat menjadi lebih rentan terhadap erosi dan longsor, terutama ketika curah hujan meningkat atau terjadi perubahan hidrologis di area tersebut.
Protokol Keselamatan dan Koordinasi Tim SAR
Koordinasi antar lembaga menjadi kunci utama dalam operasi pencarian dan penyelamatan seperti ini. Tim SAR Gabungan terdiri dari berbagai elemen, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor SAR, kepolisian, TNI, dan relawan dari berbagai komunitas. Sinergi ini memastikan bahwa sumber daya dan keahlian yang dimiliki oleh setiap instansi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Protokol keselamatan juga menjadi prioritas utama bagi tim SAR. Mengingat kondisi medan yang berpotensi berbahaya, setiap anggota tim dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai dan mengikuti prosedur standar operasional (SOP) yang ketat. Penggunaan alat berat seperti ekskavator juga dilakukan di bawah pengawasan ahli untuk mencegah risiko kecelakaan tambahan.
Fokus pencarian pada hari ketiga akan terus diarahkan pada area yang dicurigai sebagai lokasi terakhir korban terlihat atau terdampak longsor. Analisis dari tim geologi dan tim SAR akan terus diperbarui berdasarkan informasi terbaru dari lapangan untuk mengoptimalkan jangkauan pencarian.
Harapan Penemuan Korban dan Evaluasi Jangka Panjang
Seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian ini memiliki satu harapan yang sama: menemukan korban dalam keadaan selamat atau setidaknya jenazahnya dapat diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Keberhasilan operasi pencarian ini tidak hanya menjadi penutup dari upaya penyelamatan, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dan masyarakat terkait pengelolaan kawasan eks tambang.
Evaluasi jangka panjang mengenai pengelolaan dan pemantauan kawasan eks tambang di Bangka akan menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pembangunan zona penyangga, pemantauan stabilitas lereng secara berkala, dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya di area tersebut dapat menjadi langkah preventif yang krusial.
Pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan kajian risiko secara komprehensif terhadap kawasan-kawasan yang memiliki sejarah aktivitas pertambangan. Kerjasama dengan ahli geologi dan mitigasi bencana akan sangat membantu dalam merumuskan kebijakan yang efektif untuk menjaga keselamatan warga.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung intensif dengan harapan besar untuk segera menemukan korban yang hilang.




