Adam Suseno, Suami Inul Daratista, Terbongkar Kecanduan Drama China Berbayar
Kehidupan rumah tangga pedangdut Inul Daratista dan Adam Suseno kerap kali diwarnai cerita-cerita unik dan menggelitik. Kali ini, bukan tentang panggung hiburan atau geliat bisnis mereka yang menjadi sorotan, melainkan sebuah kebiasaan tak terduga dari Adam Suseno yang sukses mengundang tawa. Ternyata, Adam Suseno diam-diam memiliki kecanduan yang cukup menguras kocek, yaitu menonton drama Tiongkok atau China.
Adam Suseno mengaku rela merogoh kocek jutaan rupiah demi bisa terus mengikuti setiap episode dari drama China favoritnya. Kebiasaan ini baru terungkap setelah Inul Daratista menyadari adanya transaksi berulang dalam mutasi rekening bersama mereka. Adam tak menampik bahwa ia sengaja melakukan pembelian berulang untuk dapat terus menikmati alur cerita yang membuatnya ketagihan.
Alasan di Balik Transaksi Berulang
Rasa penasaran yang membuncah menjadi alasan utama Adam Suseno rela mengeluarkan uang berkali-kali. Ia mengaku tak sabar menunggu kelanjutan cerita yang selalu diakhiri dengan cliffhanger atau tanda tanya besar di setiap akhir episodenya.
“Ya kan penasaran, belum selesai, udah putus, ‘waduh’,” ungkap Adam saat ditemui dalam sebuah kesempatan, menggambarkan rasa frustrasinya ketika episode harus berakhir di saat cerita sedang memanas.
Pengakuan Adam ini sontak membuat Inul Daratista tertawa terbahak-bahak. Berbeda dengan suaminya yang memilih cara transaksi berulang, Inul justru berharap Adam dapat berlangganan aplikasi yang menayangkan drama China secara resmi. Menurut Inul, meskipun biayanya mungkin lebih besar di awal, berlangganan dalam jangka waktu yang lebih panjang akan lebih efisien.
“Walaupun mahal, menurut aku lebih efisien sisan (sekalian) setahun,” ujar Inul. “Jadi nggak rentet (berderet) tiap bulan. Dia itu sak film habis, bayar meneh, sak film habis, bayar meneh,” tambahnya, menjelaskan pola pengeluaran Adam yang terus-menerus membeli setiap kali satu film atau serial selesai.
Terungkapnya Kebiasaan Adam dari Mutasi Rekening
Sebelum pengakuan langsung dari Adam, Inul Daratista terlebih dahulu mengetahui kebiasaan suaminya itu melalui mutasi rekening bersama. Perbedaan mencolok dengan kebiasaan putranya yang menggunakan uang untuk membeli gim, Adam Suseno justru menunjukkan pola transaksi berulang dengan jumlah yang bervariasi namun signifikan.
“Ini ada yang Rp 900.000, ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 400.000, ada yang Rp 350.000, sampai aku total ada Rp 5 jutaan,” ungkap Inul, menunjukkan jumlah total pengeluaran Adam yang ia temukan dari mutasi rekening tersebut. Angka ini tentu saja cukup mengejutkan dan menjadi awal mula terungkapnya hobi baru Adam Suseno.
Fenomena Mikro Drama China: Mengapa Begitu Menggiurkan?
Kasus Adam Suseno ini seolah merefleksikan fenomena yang tengah marak di kalangan pengguna media sosial, khususnya TikTok, yaitu iklan-iklan drama China berdurasi sangat pendek yang dikenal sebagai micro drama. Drama-drama ini biasanya hanya berdurasi beberapa menit per episodenya dan dirancang sedemikian rupa untuk membuat penonton ketagihan.
Mekanisme pemutaran otomatis yang diikuti dengan cliffhanger di setiap akhir adegan merupakan strategi jitu untuk memberikan sensasi dopamin yang membuat penonton terus mencari kelanjutan ceritanya. Meskipun dikemas dengan cerita yang cenderung melodramatis dan terkadang memiliki judul yang terkesan konyol, micro drama ini berhasil menarik perhatian jutaan penonton.
Keberhasilan micro drama tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data dari Asosiasi Layanan Program Audiovisual Jaringan China, pada tahun 2024, Tiongkok berhasil memproduksi lebih dari 30.000 judul drama mikro pendek. Angka fantastis ini menghasilkan total pendapatan sebesar 50,4 miliar RMB, yang setara dengan sekitar Rp 117 miliar. Pendapatan ini bahkan melampaui total pendapatan box office Tiongkok yang hanya mencapai 42,5 miliar RMB atau sekitar Rp 99 miliar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konten hiburan singkat namun intensif memiliki daya tarik komersial yang sangat besar. Strategi penjualan per episode atau per adegan, seperti yang dilakukan oleh Adam Suseno, terbukti efektif dalam menghasilkan pendapatan yang signifikan. Bagi para penonton, godaan untuk segera mengetahui akhir cerita seringkali mengalahkan pertimbangan biaya, menjadikan micro drama sebagai lahan bisnis yang sangat menguntungkan sekaligus candu bagi para penggemarnya.



















