Dampak Banjir di Pangandaran: Warga Kesulitan BAB dan Akses Air Bersih
Banjir yang kembali merendam Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, telah menimbulkan serangkaian masalah serius bagi warganya. Selain merendam pemukiman, luapan air ini juga secara signifikan mengganggu aktivitas dasar sehari-hari, termasuk kebutuhan sanitasi dan akses terhadap air bersih. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dan harapan akan tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Masalah Sanitasi yang Mendesak: Kesulitan Buang Air Besar
Salah satu dampak paling mendesak yang dihadapi oleh warga Dusun Anggaraksan adalah kesulitan dalam melakukan aktivitas buang air besar (BAB). Banjir yang terjadi selama beberapa hari terakhir telah membuat area pemukiman tergenang, bahkan merambah ke dalam rumah-rumah warga. Ketinggian banjir yang bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter di pekarangan rumah, dan bahkan masuk ke dalam rumah, membuat warga kesulitan untuk mengakses fasilitas sanitasi yang layak.
Menurut Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, kondisi ini dialami oleh hampir seluruh warga di wilayahnya. Keterbatasan akses terhadap jamban atau toilet yang kering dan bersih memaksa warga untuk mencari cara alternatif yang tentu saja tidak ideal dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Ketiadaan sanitasi yang memadai ini menjadi perhatian utama karena dapat memicu penyebaran penyakit.
Krisis Air Bersih Akibat Banjir
Selain masalah sanitasi, banjir juga memperparah kesulitan warga dalam memperoleh air bersih. Sumur-sumur warga yang menjadi sumber utama air bersih kini terendam oleh air banjir. Akibatnya, air yang tadinya jernih menjadi keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya.
Kondisi ini memaksa warga untuk menghemat penggunaan air yang tersisa atau mencari sumber air alternatif yang belum terjangkau banjir, yang tentu saja tidak mudah ditemukan. Keterbatasan akses terhadap air bersih ini tidak hanya mengganggu kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga kebersihan diri dan lingkungan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit.
Dampak Banjir yang Meluas
Ketinggian banjir yang mencapai 10 hingga 40 sentimeter di pekarangan rumah dan merendam sebagian besar rumah warga menunjukkan skala masalah yang dihadapi. Banjir yang berlangsung selama beberapa hari ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur rumah tangga dan barang-barang berharga milik warga.
Lebih jauh lagi, dampak ekonomi akibat banjir juga dirasakan. Kartim mengungkapkan bahwa banjir yang berkepanjangan ini sangat menghambat perekonomian warga. Aktivitas ekonomi seperti bertani, berdagang, atau bekerja di luar rumah menjadi terhambat karena akses yang sulit dan kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir.
Seruan untuk Tindakan Nyata
Menghadapi situasi yang kian memprihatinkan, Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, menyampaikan harapan dan tuntutan kepada pihak-pihak terkait. Ia secara tegas meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Bupati Pangandaran, serta instansi terkait lainnya untuk segera mengambil tindakan nyata.
Kartim menekankan bahwa warga tidak hanya membutuhkan survei dan dokumentasi semata. Ia menginginkan bukti tindakan konkret yang dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah banjir yang terus berulang di wilayahnya. Janji-janji tanpa realisasi telah cukup dirasakan, dan kini warga membutuhkan solusi yang terukur dan berdampak positif bagi kehidupan mereka.
“Jadi, bukan hanya sekedar survei terus foto – foto. Kita perlu bukti nyata bukan survei dan janji. Karena, banjir di kita sudah cukup lama dan menghambat perekonomian,” tegas Kartim.
Diharapkan, aspirasi dari warga Dusun Anggaraksan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, sehingga masalah kesulitan BAB, krisis air bersih, dan dampak ekonomi akibat banjir dapat segera teratasi. Penanganan yang cepat dan efektif sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi normal dan kesejahteraan masyarakat terdampak.

















