Lionel Messi mengakui pernah menaruh kekesalan besar kepada Robert Lewandowski, sebuah hal yang jarang muncul dalam perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola. Emosi itu bahkan ikut terbawa saat Argentina melawan Polandia pada fase grup Piala Dunia 2022, ketika Messi disebut sengaja melewati Lewandowski dengan bola. Pengakuan ini membuka kembali rangkaian ketegangan yang bermula dari komentar sang striker Polandia soal Ballon d’Or 2021.
Situasinya berakar dari penghargaan Ballon d’Or 2021, ketika Messi meraih trofi itu untuk kali ketujuh. Keputusan tersebut memicu perdebatan karena banyak pihak menilai Lewandowski lebih pantas mendapatkannya setelah tampil tajam bersama Bayern Munich. Pada musim itu, penyerang asal Polandia tersebut mencetak 41 gol dalam 29 pertandingan Bundesliga, catatan yang membuat namanya kuat dalam pembahasan penghargaan individu paling prestisius di sepak bola.
Dalam pidato kemenangannya, Messi justru sempat memberi apresiasi kepada Lewandowski. Ia menyebut pemain itu layak menerima Ballon d’Or 2020, yang batal digelar akibat pandemi COVID-19. Messi juga berharap France Football tetap memberi pengakuan yang pantas atas pencapaian Lewandowski pada tahun tersebut. Namun, respons dari Lewandowski tak sejalan dengan harapan itu.
Lewandowski kemudian menilai ucapan Messi hanya terdengar seperti “kata-kata kosong.” Ia menginginkan pernyataan tersebut benar-benar tulus, bukan sekadar formalitas dari seorang pemain besar. Komentar itulah yang rupanya tertinggal di benak Messi hingga berbulan-bulan kemudian, tepat saat kedua pemain kembali berhadapan di Qatar.
Saat Argentina bertemu Polandia di Piala Dunia 2022, Messi mengaku masih terganggu dengan ucapan tersebut. Ia tidak menampik bahwa dirinya memiliki dorongan pribadi untuk menantang Lewandowski dalam pertandingan itu. “Saya sangat marah. Apakah saya sengaja menggiring bola karena itu dia? Ya,” kata Messi, menegaskan bahwa reaksinya di lapangan memang dipengaruhi perasaan kecewa yang sudah lama tersimpan.
Rekan setimnya di timnas Argentina, Angel Di Maria, ikut melihat ada sesuatu yang berbeda dari Messi dalam laga itu. Di Maria menilai sang kapten seolah ingin memberi respons langsung kepada Lewandowski di atas lapangan. Setelah pertandingan usai, keduanya akhirnya berbicara dan menyadari bahwa konflik tersebut lebih banyak dipicu oleh salah paham. Hubungan mereka pun mencair, apalagi kemudian Lewandowski bergabung dengan Barcelona, klub yang lama menjadi bagian penting dalam karier Messi.
Sumber: www.jawapos.com




