Eskalasi Ketegangan: Hizbullah Gempur Israel dengan Ratusan Roket dan Drone, Iran Serang Balik Target Israel
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas pada Sabtu, 8 Maret 2026, menyusul serangkaian serangan balasan yang dilancarkan oleh kelompok pejuang Hizbullah dari Lebanon terhadap berbagai sasaran militer Israel. Menurut pernyataan resmi Hizbullah, lebih dari 20 serangan gabungan menggunakan roket dan pesawat nirawak (drone) diarahkan ke lokasi-lokasi strategis Israel di wilayah utara.
Serangan masif ini merupakan respons langsung terhadap gempuran Israel yang telah menghancurkan puluhan kota dan desa di Lebanon, termasuk area pinggiran selatan Beirut. Salah satu kota yang menjadi sasaran utama Hizbullah adalah Nahariya di Israel utara. Kelompok yang berbasis di Lebanon itu mengklaim telah melancarkan tiga gelombang serangan terpisah, meliputi tembakan roket dan pengerahan kawanan drone yang beroperasi setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Hizbullah telah menyerukan kepada warga Nahariya dan Kiryat Shmona untuk segera mengungsi ke arah selatan. Peringatan ini disampaikan melalui platform Telegram, disertai dengan peta yang menunjukkan kedua kota tersebut.
Sasaran Strategis Hizbullah di Tanah Israel
Daftar target Hizbullah tidak hanya terbatas pada kota-kota sipil. Kelompok ini secara spesifik menyatakan telah mengincar sistem radar Iron Dome yang berlokasi di Kiryat Eliezer. Menurut Hizbullah, lokasi ini merupakan salah satu pangkalan pertahanan udara utama Israel di kota Haifa, wilayah utara. Serangan lanjutan juga dilaporkan menyasar kota Haifa dan Kiryat Shmona, serta pangkalan Stella Maris dan kompleks industri militer Rafael yang terletak di dekat kota Acre.
Selain itu, Hizbullah juga melaporkan pertempuran di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, dengan menargetkan sejumlah posisi militer Israel. Termasuk di antaranya adalah konsentrasi pasukan di sekitar Khiam dan Bukit Hamamis di Lebanon selatan. Serangan tambahan juga diarahkan ke posisi militer di dekat perlintasan Gerbang Fatima di perbatasan Lebanon-Israel, serta pangkalan Ein Zeitim yang terletak di barat laut Safed.
Salah satu klaim penting dari Hizbullah adalah peluncuran “rudal presisi” yang berhasil mencapai pangkalan Tel Hashomer, sebuah lokasi yang berjarak sekitar 120 kilometer dari perbatasan Lebanon.
Di sisi lain, militer Israel mengkonfirmasi bahwa operasi pasukan khusus yang mereka lakukan pada malam hari di Lebanon timur, dengan tujuan mencari sisa-sisa jasad navigator yang hilang, Ron Arad, tidak membuahkan hasil.
Konteks Konflik yang Meluas
Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi kampanye militer Israel di Lebanon yang telah berlangsung sejak Senin. Peningkatan ketegangan ini dipicu oleh tembakan roket terbatas dari Hizbullah, yang merupakan bagian dari gelombang ketegangan regional yang lebih luas akibat konflik yang dipicu oleh agresi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Sejak Oktober 2023, Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 4.000 warga sipil dan melukai sekitar 17.000 lainnya dalam serangan di Lebanon. Konflik ini meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024. Meskipun telah ada perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sejak November 2024, militer Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak Lebanon.
Iran Ikut Serang Balik: Rudal Kheibar Shekan Menghantam Haifa
Tidak hanya Hizbullah, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad, 8 Maret 2026, juga mengumumkan keterlibatan mereka dalam aksi balasan. IRGC menyatakan telah berhasil menghantam pusat penyulingan minyak milik Israel di Haifa menggunakan rudal balistik jarak jauh bernama Kheibar Shekan.
Menurut IRGC, serangan ini merupakan balasan atas serangan Israel yang sebelumnya menyasar pangkalan penyimpanan minyak Iran di Teheran. Pernyataan IRGC ini dikeluarkan bersamaan dengan gelombang ke-27 dari Operasi Janji Setia 4, sebuah operasi gabungan yang melibatkan peluncuran rudal dan drone terhadap target-target yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Lebih lanjut, IRGC melaporkan bahwa serangan drone mereka juga berhasil menghantam target militer Amerika Serikat yang berlokasi di arena Marina, dekat gedung Warner Bros di Dubai, Uni Emirat Arab.
Rudal Kheibar Shekan yang digunakan Iran dikenal sebagai salah satu rudal canggih andalan Teheran. Menurut data dari Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Iran memiliki stok rudal balistik terbanyak di kawasan Timur Tengah. Rudal-rudal Iran memiliki jangkauan operasional hingga 2.000 kilometer, sebuah jarak yang oleh para ahli dianggap cukup untuk memberikan efek gentar dan perlindungan, mengingat jarak antara Iran dan Israel berada dalam jangkauan tersebut.



















