Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan kecaman keras terhadap insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, melalui akun resmi Dewan HAM PBB.
Volker Turk mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas serangan mengerikan yang dialami oleh Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Urusan Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS). Serangan ini dianggap sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi.
Desakan untuk Menghukum Pelaku
Lebih lanjut, Volker Turk secara tegas mendesak aparat penegak hukum di Indonesia untuk segera mengusut tuntas dan menghadirkan pelaku penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus ke pengadilan. Ia menekankan bahwa setiap individu yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan yang pengecut ini harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku. Tindakan semacam ini tidak boleh dibiarkan lolos dari jerat hukum.
Peran Vital Pembela HAM
Dalam pernyataannya, Volker Turk juga menegaskan betapa pentingnya perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia. Ia menjelaskan bahwa aktivis HAM memegang peranan yang sangat vital dalam sebuah masyarakat. Mereka bertugas untuk menyuarakan berbagai kepentingan publik secara kolektif, mengangkat isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat luas, dan memperjuangkan keadilan tanpa rasa takut sedikit pun. Oleh karena itu, lingkungan yang aman dan kondusif mutlak diperlukan bagi mereka agar dapat menjalankan tugas mulia ini.
Kronologi Insiden Mengerikan
Insiden penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 23.37 WIB. Pada saat itu, Andrie Yunus baru saja selesai mengikuti kegiatan diskusi atau penyiaran yang membahas mengenai isu Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta.
Setelah menyelesaikan kegiatannya, Andrie Yunus diketahui sedang dalam perjalanan pulang. Saat melintasi Jalan Salemba I-Talang, di wilayah Senen, Jakarta Pusat, ia tiba-tiba menjadi sasaran serangan. Pelaku yang tidak dikenal, yang mengendarai sepeda motor, secara brutal menyiramkan air keras ke arah Andrie Yunus.
Dampak Luka yang Parah
Akibat serangan mendadak tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar yang cukup parah. Setidaknya, beberapa bagian tubuhnya mengalami luka fatal, termasuk area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta matanya. Total luka bakar yang diderita korban diperkirakan mencapai 24%. Kondisi ini tentu saja memerlukan penanganan medis intensif dan menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan para aktivis di Indonesia. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya upaya perlindungan yang lebih kuat bagi mereka yang berjuang untuk hak-hak dasar masyarakat.



















