Kebakaran Hebat di Pergudangan Miami, Jakarta Barat
Kebakaran hebat terjadi di kawasan pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (11/5/2026) malam. Kejadian tersebut melibatkan empat bangunan gudang yang terbakar dan mengakibatkan kerugian besar. Proses pemadaman berlangsung dengan berbagai tantangan, termasuk ledakan besar dan asap pekat yang diduga mengandung bahan kimia beracun.
Upaya Pemadaman yang Dilakukan
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 24 unit kendaraan pemadam kebakaran serta 120 personel untuk menangani kebakaran tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penggunaan kendaraan robotik pemadam kebakaran. Tujuan dari penggunaan kendaraan ini adalah untuk menghindari paparan asap beracun dan suhu yang sangat panas pada tahap awal pemadaman.
Namun, pengoperasian kendaraan robotik sempat mengalami kendala teknis karena kurangnya tekanan air yang dihasilkan dari robot. Setelah dioperasikan selama 30 menit, kendaraan tersebut ditarik mundur dan proses pemadaman dilanjutkan secara manual. Penggunaan kendaraan robotik akan kembali dilakukan saat proses pendinginan berlangsung.
Ledakan Besar dan Asap Beracun
Pada pukul 21.00 WIB, api masih berkobar besar dan melahap sedikitnya tiga bangunan gudang ekspedisi. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi ke udara. Di sela-sela kobaran api, terdengar suara letupan kecil hingga ledakan besar dari dalam bangunan. Selain itu, kilatan cahaya yang diduga berasal dari korsleting listrik juga terlihat.
Ledakan besar yang terdengar sekitar pukul 21.02 WIB membuat petugas memundurkan posisi untuk menghindari bahaya. Ledakan tersebut justru membuat api semakin membesar dan mulai merembet ke dinding gudang lain di sebelah lokasi utama kebakaran. Warga yang menyaksikan proses pemadaman juga menjauh dari area gudang karena khawatir terjadi ledakan susulan.
Penyebab Kebakaran
Menurut warga setempat bernama Rudi (42), api pertama kali terlihat sekitar pukul 19.40 WIB. Menurutnya, api diduga pertama kali muncul dari gudang ekspedisi yang menyimpan barang elektronik dan material mudah terbakar. Api kemudian dengan cepat merembet ke dua bangunan lain yang juga difungsikan sebagai gudang ekspedisi.
“Menurut pekerja di sana, awalnya dari gudang elektronik, gudang Shopee. Terus nyamber ke sebelahnya. Ledakannya berkali-kali, enggak kehitung,” ujarnya.
Tantangan dalam Pemadaman
Asap dari kebakaran diduga mengandung bahan kimia beracun. Hal ini menjadi tantangan proses pemadaman, selain adanya kobaran api dan letupan yang terus terjadi dari dalam gudang. Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jenis bahan kimia yang terbakar di dalam gudang tersebut.
Syaiful menambahkan, di dalam gudang terlihat banyak lontaran benda kecil yang memicu ledakan menyerupai botol tiner, parfum, atau penyimpanan gas berukuran kecil. Kondisi ini membuat asap yang ditimbulkan sangat pekat dan berbahaya, sehingga petugas diwajibkan untuk menggunakan masker khusus.
Lokasi dan Dampak Kebakaran
Kompleks Pergudangan Miami yang menjadi lokasi kejadian dipenuhi aktivitas penyimpanan barang dan distribusi logistik. Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, mengatakan sedikitnya empat gudang terdampak dalam kebakaran tersebut. Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan gudang penyimpanan, bukan area produksi.
“Ya itu gudang paket, empat gudang itu gudang paket. Apakah itu Shopee atau JNE saya kurang jelas, yang jelas gudang paket,” ucapnya.
Madi menambahkan, hingga kini belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa karena para pekerja berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. “Untuk sementara belum ada, korban belum ada. Alhamdulillah kebetulan pemadam kan dekat nih, sehingga cepat ditangani dari pemadam. Cuma memang saat ini api belum padam,” ujar Madi.
Sumber Air untuk Pemadaman
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas juga memanfaatkan sumber air dari Kali Semonggol yang lokasinya tidak jauh dari titik kebakaran. “Sumber air diambil dari Kali Semonggol. Kebetulan dekat juga dari sini, enggak jauh,” kata dia.



















