ASDP Perpanjang Stimulus Diskon Tarif Penyeberangan, Manfaatkan Momen Arus Balik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Kali ini, perusahaan BUMN tersebut kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati program stimulus diskon tarif penyeberangan yang masih tersedia luas. Fokus utama program ini adalah untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan arus balik Lebaran 2026. Hingga saat ini, program yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat ini telah berhasil dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa di berbagai lintasan penyeberangan strategis di seluruh nusantara.
Dukungan Pemerintah untuk Perjalanan yang Terjangkau
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa program stimulus ini merupakan wujud nyata dukungan ASDP terhadap kebijakan pemerintah. “Program stimulus berupa potongan tarif hingga 100 persen untuk jasa pelabuhan, yang secara total setara dengan sekitar 21,9 persen dari keseluruhan tarif penyeberangan, adalah bagian integral dari komitmen kami untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan perjalanan yang lebih terjangkau dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Heru dalam keterangan resminya.
Heru menambahkan bahwa kuota yang tersisa dalam program stimulus ini masih sangat memadai, memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk memanfaatkannya secara optimal. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat yang berencana melakukan perjalanan arus balik untuk segera merencanakan keberangkatan mereka sejak dini dan tidak menunda untuk melakukan pemesanan tiket. Pemesanan tiket dapat dilakukan dengan mudah dan praktis melalui platform digital Ferizy.
“Kami ingin menekankan bahwa kuota program ini masih terbuka lebar. Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat untuk mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih hemat biaya,” tegas Heru.
Realisasi Stimulus dan Jangkauan Luas
Hingga tanggal 18 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan dana stimulus telah mencapai angka Rp10,5 miliar. Angka ini setara dengan 29,58 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, jumlah pengguna jasa yang telah merasakan manfaat dari program ini mencapai 44,43 persen dari target. Heru menjelaskan bahwa adanya perbedaan persentase antara penyerapan dana dan jumlah pengguna jasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk variasi jenis kendaraan yang melintas dan jenis lintasan penyeberangan yang dipilih oleh pengguna jasa saat memanfaatkan program stimulus.
Program stimulus ini sendiri mencakup tujuh lintasan penyeberangan utama yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia, serta beroperasi di 14 pelabuhan strategis. Lintasan-lintasan tersebut meliputi:
- Merak – Bakauheni: Jalur krusial yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
- Ketapang – Gilimanuk: Penghubung penting antara Pulau Jawa dan Bali.
- Lembar – Padangbai: Melayani penyeberangan antara Pulau Lombok dan Bali.
- Kupang – Rote: Menghubungkan Pulau Timor dengan Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur.
- Kupang – Kalabahi: Mempertemukan Pulau Timor dengan Pulau Alor.
- Kupang – Hansisi: Layanan penyeberangan ke pulau kecil di sekitar Kupang.
- Galala – Namlea: Menghubungkan Pulau Seram dengan Pulau Buru di Maluku.
Dengan jangkauan operasional yang begitu luas di seluruh penjuru negeri, penyerapan program stimulus ini terus menunjukkan dinamika yang positif, sejalan dengan pergerakan mobilitas masyarakat di masing-masing daerah operasional.
Pola Pergerakan Arus Mudik yang Merata
Heru Widodo juga menyoroti adanya perubahan pola pergerakan arus mudik tahun ini. “Seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat secara keseluruhan, kami juga mengamati bahwa distribusi arus mudik kali ini cenderung lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Data yang dihimpun dari Posko Merak, yang mencakup aktivitas di Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, menunjukkan tren yang menarik pada periode H-1 Lebaran (20 Maret 2026). Tercatat sebanyak 20.540 penumpang yang menyeberang, angka ini mengalami penurunan sebesar 33,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 30.885 penumpang. Sementara itu, jumlah kendaraan yang melintas pada periode tersebut tercatat sebanyak 6.203 unit, juga mengalami penurunan sebesar 31,6 persen dibandingkan 9.066 unit pada tahun lalu.
“Penurunan yang kami catat pada periode H-1 ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat telah mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan lebih awal. Hal ini sangat positif karena membantu mendistribusikan arus mudik secara lebih merata, sehingga mencegah penumpukan kendaraan dan penumpang pada satu waktu tertentu,” jelas Heru.
Kesiapan Operasional ASDP
Untuk memastikan kelancaran layanan penyeberangan, ASDP secara fleksibel mengoperasikan armada kapal antara 28 hingga 33 unit setiap harinya, disesuaikan dengan tingkat kepadatan penumpang dan kendaraan. Selain itu, kebijakan delaying system juga diterapkan secara efektif di beberapa titik buffer zone untuk mengatur aliran kendaraan. Dukungan penuh diberikan oleh tim gabungan yang terdiri dari 1.185 personel di area Merak dan 741 personel di area Bakauheni.
Dari sisi inovasi layanan digital, ASDP terus berupaya mengoptimalkan platform Ferizy. Platform ini memungkinkan pengguna jasa untuk melakukan pembelian tiket jauh-jauh hari, bahkan hingga 60 hari sebelum jadwal keberangkatan. Tiket yang dibeli akan diterima secara praktis melalui aplikasi pesan instan WhatsApp maupun email, dengan berbagai pilihan metode pembayaran digital yang aman dan terpercaya.
Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera pada periode H-10 hingga H-1 Lebaran 2026 tercatat sebanyak 817.456 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 798.141 orang. Total kendaraan yang melintas pada rute ini mencapai 218.218 unit, meningkat 7,7 persen dibandingkan 202.588 unit pada tahun lalu.
Sementara itu, arus pergerakan penumpang dari Sumatera menuju Jawa mencatat angka 386.942 orang, mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen dibandingkan 372.547 orang pada tahun sebelumnya. Jumlah kendaraan pada rute ini mencapai 79.404 unit, meningkat 9 persen dibandingkan 72.869 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Imbauan dan Komitmen ASDP
Menutup keterangannya, Heru Widodo kembali mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus diskon tarif ini secara maksimal. “Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka lebih awal, serta memastikan bahwa tiket telah terbeli sebelum tiba di pelabuhan. Hal ini akan sangat membantu kelancaran proses keberangkatan,” pungkasnya.
Dengan segala kesiapan operasional dan inovasi layanan yang telah dilakukan, ASDP Indonesia Ferry menegaskan komitmennya untuk senantiasa memberikan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. Komitmen ini berlaku untuk seluruh perjalanan, baik pada fase arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026.


















