Hubungan Malaysia dan Iran yang Menjadi Perhatian Internasional
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru-baru ini berbicara mengenai percakapan yang dilakukannya dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam sambutannya di sebuah acara yang dihadiri oleh masyarakat Malaysia di Johor Bahru, ia menjelaskan bagaimana hubungan baik antara kedua negara membawa manfaat bagi Malaysia.
“Kita memiliki hubungan yang baik dengan Iran. Sekarang orang mulai menyadari hal itu,” ujar Anwar Ibrahim.
Ia menambahkan bahwa dulu ada pihak yang merasa tidak nyaman karena hubungan yang terlalu dekat dengan Iran. Mereka khawatir Malaysia akan kehilangan perhatian dari Amerika Serikat.
“(Mereka berkata) ‘Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran’,” jelasnya.
Namun, menurut Anwar, hubungan baik dengan setiap negara justru memberikan manfaat bagi Malaysia. Ia menceritakan saat dirinya melakukan telepon dengan Presiden Iran beberapa waktu lalu. Setelah berbicara tentang perang dan isu-isu lain, ia menyampaikan bahwa kapal tanker Malaysia masih tertahan di Selat Hormuz.
“Saya hanya menelepon sekali. Saya bilang kapal kami masih tujuh yang tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” kata Anwar.

Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree terbakar setelah terkena rudal Iran di Selat Hormuz, Iran, 11 Maret 2026 . – (EPA/ROYAL THAI NAVY )
Setelah diplomasi berhasil dilakukan, Anwar mengungkapkan bahwa ada pihak oposisi yang tetap pesimis. Mereka mengatakan bahwa meskipun kapal Malaysia sudah bisa lewat Selat Hormuz, harga bahan bakar minyak tetap tinggi.
“Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak,” tegas Anwar Ibrahim.
Anwar menegaskan bahwa pemerintahannya telah bekerja, namun malah diserang dengan hal semacam itu. Ia bertanya, berapa banyak pemimpin negara yang bisa langsung berbicara dengan Presiden Iran dan menerima jaminan keamanan kapal pada saat itu juga.
“Dia (Presiden Iran) panggil brother Anwar, ‘saudara Anwar, saya beri jaminan, saya akan perintahkan sekarang juga agar kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia’,” terang Anwar.
“Saya mau tanya, berapa negara bisa melakukan hal seperti itu? Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita. Jadi kita harus teruskan hal seperti ini,” jelasnya.
Pekan lalu, pihak Iran mengatakan bahwa kapal-kapal Malaysia yang transit di Selat Hormuz digratiskan dari kewajiban membayar tol. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Iran untuk Malaysia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi, kepada New Straits Times.
“Kami menerima informasi dari kementerian luar negeri bahwa beberapa kapal Malaysia di Teluk Persia dan ingin melintasi selat,” kata Nasrabadi.
Setidaknya ada tujuh kapal milik Malaysia yang dijadwalkan akan melintasi Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Mohammad Hasan mengatakan pada Sabtu pekan lalu, bahwa kapal-kapal itu menunggu penyelesaian administrasi sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
“Kami mempertimbangkan ini, dan Insha Allah mereka akan lewat. Tidak ada masalah, sebagaimana Malaysia adalah negara sahabat, dan negara-negara sahabat bisa menggunakan selat itu,” kata Nasrabadi.
“Tentu (kapal-kapal Malaysia bebas lewat). Kami tidak akan menerapkan tarif,” ujarnya merespons pertanyaan apakah kapal-kapal Malaysia wajib membayar tol.



















