Kemitraan Kementerian Sosial dan UIN Datokarama dalam Pemberdayaan Masyarakat Mitra Deradikalisasi
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama untuk memberdayakan masyarakat mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah. Program ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan dan pendampingan secara komprehensif, serta meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan.
Program yang dijalankan tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga mencakup beberapa aspek penting seperti pendampingan psikososial, peningkatan keterampilan, dan penguatan moderasi beragama. Tujuannya adalah agar para mitra deradikalisasi dapat kembali hidup harmonis di tengah masyarakat dan menjadi agen perdamaian.
Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman Thahir, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai bahwa kerja sama ini sangat penting dalam memperkuat pembinaan bagi masyarakat mitra deradikalisasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial telah bersama-sama melakukan pembinaan dan pendampingan dalam pemberdayaan mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah,” ujar Lukman Thahir di Kota Palu, Minggu (19/4/2026).
Dalam kegiatan harmonisasi sosial tersebut, Kemensos RI dan UIN Datokarama menghadirkan sekitar 80 mitra deradikalisasi yang berasal dari Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu. Para peserta ini diharapkan bisa menjadi agen perdamaian di Sulawesi Tengah maupun Indonesia. Lukman Thahir menekankan pentingnya mengamalkan tiga wasiat Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis. Ia juga menegaskan bahwa UIN Datokarama bersama Kemensos siap mendampingi para mitra deradikalisasi agar mampu berperan aktif sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat.
Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial. Menurutnya, program tersebut juga mencakup pendampingan psikososial, peningkatan keterampilan (skilling), serta penguatan moderasi beragama agar para mitra deradikalisasi dapat kembali hidup harmonis di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan rencana pertemuan antara Menteri Sosial RI dengan para mitra deradikalisasi. “Menteri Sosial ingin bertemu, bersilaturahmi, dan berdialog langsung dengan para mitra deradikalisasi. Insya Allah besok akan dilaksanakan,” ujar Ishaq.
Di sisi lain, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menegaskan pentingnya peningkatan program pemberdayaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Ia mendorong pembentukan komunitas mitra deradikalisasi yang lebih besar dan terstruktur agar program pemberdayaan sosial dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan.
Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani isu radikalisme melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan memberdayakan. Selain itu, keberhasilan reintegrasi dinilai dapat memperkuat stabilitas dan kerukunan di Sulawesi Tengah.
Berbagai Aspek dalam Program Pemberdayaan
Berikut adalah beberapa aspek utama yang diterapkan dalam program pemberdayaan masyarakat mitra deradikalisasi:
Pendampingan Psikososial
Program ini memberikan dukungan psikologis kepada para mitra deradikalisasi agar mereka dapat menghadapi tantangan sosial dan emosional. Pendampingan ini dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih dan berpengalaman.Peningkatan Keterampilan (Skilling)
Para peserta diberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, seperti keterampilan teknis, manajemen, dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka.Penguatan Moderasi Beragama
Program ini juga berfokus pada penguatan nilai-nilai moderat dalam beragama, sehingga masyarakat mitra deradikalisasi dapat hidup rukun dan saling menghormati.Pembentukan Komunitas Terstruktur
Dengan membentuk komunitas yang lebih besar dan terstruktur, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan dan reintegrasi sosial.
Gambar ilustrasi tentang kegiatan pemberdayaan masyarakat mitra deradikalisasi.
Keberhasilan Reintegrasi Sosial
Keberhasilan reintegrasi sosial sangat penting dalam upaya mengurangi risiko radikalisme. Dengan adanya program pemberdayaan yang komprehensif, masyarakat mitra deradikalisasi dapat kembali berkontribusi positif dalam masyarakat. Program ini juga menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani isu radikalisme secara humanis dan edukatif.
Selain itu, keberhasilan program ini juga dapat memperkuat stabilitas dan kerukunan di Sulawesi Tengah. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat mitra deradikalisasi dapat menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.


















