Profil Fadly Alberto Hangga, Pesepak Bola Muda yang Menginspirasi
Fadly Alberto Hangga adalah seorang pesepak bola muda Indonesia yang kini tengah menjadi perbincangan publik. Nama lengkapnya adalah Fadly Alberto Hangga, dan ia dikenal sebagai striker muda yang memiliki bakat luar biasa. Lahir di Timika, Fadly tumbuh besar di Bojonegoro, sebuah kota yang dikenal dengan julukan “Kota Ledre”. Kehidupan awalnya terasa cukup sederhana, namun hal itu tidak menghalangi bakat sepak bolanya untuk berkembang.
Sejak usia tiga tahun, Fadly telah menunjukkan ketertarikan pada sepak bola. Bakatnya mulai terlihat secara signifikan saat ia memasuki tingkat akademi sepak bola. Seiring waktu, ia semakin berkembang dan akhirnya bermain untuk Bhayangkara FC U-20. Di sana, Fadly dikenal sebagai salah satu talenta potensial yang memiliki peluang besar untuk sukses di dunia sepak bola profesional.
Perjalanan karier Fadly tidak hanya berkat bakat alaminya, tetapi juga didukung oleh peran penting dari orang tuanya. Ibu Fadly, Piana, menjadi sosok utama dalam mendukung mimpi anaknya. Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, Piana tidak pernah menyerah. Ia menjalani berbagai pekerjaan sambilan seperti usaha laundry dan warung jus, bahkan sempat bekerja sebagai buruh cuci dan pengasuh anak demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Dengan dukungan dari program PNM Mekaar, kondisi ekonomi keluarga Fadly mulai membaik. Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut, yang membantu ibunya dalam menjalankan usaha. Namun, meski ada kemajuan, Fadly juga menghadapi tantangan serius dalam kariernya.
Pada 19 April 2026, Fadly menjadi sorotan setelah melakukan aksi tendangan kungfu dalam pertandingan Elite Pro Academy antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Semarang. Aksi ini terjadi saat terjadi ketegangan di pinggir lapangan. Tanpa pemberitahuan, Fadly melayangkan tendangan keras ke arah pemain lawan, yang membuat lawannya terjatuh.
Insiden ini langsung menuai kritik dari publik dan mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Akibatnya, Fadly resmi dicoret dari Timnas Indonesia U-20. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan cepat karena Fadly merupakan pemain kunci dalam skuad. Pencoretan ini menjadi pukulan besar bagi karier Fadly, sekaligus pengingat penting tentang disiplin dan profesionalisme di dunia sepak bola.
Hingga kini, kemungkinan sanksi tambahan masih dalam proses evaluasi. Meski demikian, perjalanan Fadly Alberto masih panjang. Dengan pembinaan yang tepat dan perubahan sikap, ia masih memiliki peluang untuk bangkit dan kembali menunjukkan potensinya di dunia sepak bola Indonesia.
Peran Keluarga dalam Karier Fadly
- Ibu sebagai figur utama: Piana, ibu Fadly, menjadi sumber motivasi dan dukungan selama masa sulit.
- Usaha sambilan: Ia menjalani berbagai pekerjaan sambilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
- Dukungan program PNM Mekaar: Bantuan finansial dari program ini memberikan kesempatan baru bagi keluarga Fadly.
Tantangan dan Pelajaran dari Insiden
- Aksi tidak terduga: Tendangan kungfu yang dilakukan Fadly menimbulkan kontroversi.
- Dikeluarkan dari Timnas U-20: Keputusan ini menjadi langkah serius untuk menjaga profesionalisme.
- Peluang untuk bangkit: Meski kariernya terganggu, Fadly masih memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali berprestasi.



















