Prabowo Lakukan Reshuffle Lima Kali dalam 1,5 Tahun
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah melakukan lima kali reshuffle atau perombakan kabinet selama masa pemerintahannya yang berlangsung sekitar 1,5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa frekuensi perubahan struktur pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo setara dengan periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode pemerintahan, yaitu antara 2004 hingga 2014.
Pelantikan Enam Pejabat Baru pada April 2026
Pada Senin (27/4/2026), Istana Negara menjadi pusat pelantikan kabinet Merah Putih. Dalam pelantikan terbaru ini, enam orang baru dilantik untuk mengemban jabatan penting. Mereka adalah:
- Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup
- Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
- Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
- Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
- Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina RI
Sebelumnya, Prabowo juga melaksanakan reshuffle pada 8 Oktober 2025, di mana empat orang dilantik, termasuk Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Benyamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan, Dirgayuza Setiawan sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, serta Agung Gumilar sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis.
Awal Reshuffle pada Februari 2025
Prabowo pertama kali melakukan reshuffle pada 19 Februari 2025, hanya empat bulan setelah ia dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024. Pada saat itu, ia melantik lima pejabat, salah satunya Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Pencopotan Satryo oleh Prabowo terjadi di tengah isu dugaan pemecatan sepihak terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi oleh Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut. Selain itu, Prabowo juga melantik Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Wakil BPKP, Agustina Arumsari. Ia juga mengangkat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, serta wakilnya, Sonny Harry Budiutomo.
Perbandingan dengan Era SBY
Secara jumlah, kebijakan Prabowo dalam melakukan reshuffle selama 1,5 tahun pemerintahannya setara dengan perombakan di era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama menjabat dua periode, yakni 2004–2014. Selama itu, SBY melakukan reshuffle sebanyak lima kali.
Reshuffle pertama SBY terjadi pada 5 Desember 2005 dengan mengganti tujuh menteri. Lalu, reshuffle terakhir dilakukannya pada 15 Januari 2013. Perombakan tersebut dilakukan SBY dengan mencopot Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) karena tersangka kasus korupsi proyek Hambalang. Jabatannya digantikan oleh Roy Suryo.
Namun, perombakan besar-besaran terjadi pada reshuffle jilid dua ketika total delapan menteri yang diganti. Salah satu sosok yang menjadi sorotan publik adalah Yusril Ihza Mahendra, yang dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Ia menjadi salah satu tokoh penting yang membantu SBY dalam Pilpres 2004. Jabatan Mensesneg pun digantikan oleh Hatta Radjasa.
Reshuffle Ketiga pada September 2025
Dalam reshuffle ketiga yang dilakukan pada 17 September 2025, beberapa posisi penting diubah, antara lain:
- Djamari Chaniago dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
- Erick Thohir menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo
- Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan
- Rohmat Marzuki dilantik sebagai Wakil Menteri Kehutanan
- Farida Farichah dilantik sebagai Wakil Menteri Koperasi




















