Kondisi Gunung Ili Lewotolok Saat Ini
Gunung Ili Lewotolok, yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, saat ini berada pada level II atau Waspada. Pihak Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung tersebut selama 24 jam terakhir, yaitu dari Senin (27/4/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 Wita.
Posisi geografis Gunung Ili Lewotolok berada pada Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT, dengan ketinggian mencapai 1423 mdpl. Dalam laporan resmi, disebutkan bahwa berdasarkan pengamatan visual, Gunung Api Ili Lewotolok tertutup kabut 0-I hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca cerah hingga hujan, dengan angin lemah ke arah barat dan barat laut.
Sementara itu, dari pengamatan klimatologi, cuaca tetap cerah hingga hujan, dengan angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar berkisar antara 24-30°C.
Aktivitas Gempa di Gunung Ili Lewotolok
Berdasarkan pengamatan kegempaan, Gunung Ili Lewotolok mengalami beberapa jenis gempa dalam 24 jam terakhir. Berikut rinciannya:
- Gempa Hembusan: Terjadi sebanyak 30 kali dengan amplitudo 1.7-6.6 mm, dan durasi gempa antara 25-29 detik.
- Gempa Vulkanik Dangkal: Terjadi sebanyak 3 kali dengan amplitudo 1.6-8.8 mm, dan durasi gempa antara 12-14 detik.
- Gempa Vulkanik Dalam: Terjadi sebanyak 7 kali dengan amplitudo 3.9-18.5 mm, S-P 1.2-2.7 detik, dan durasi gempa antara 15-20 detik.
- Gempa Tektonik Jauh: Terjadi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 4.3-6.4 mm, S-P 14 detik, dan durasi gempa antara 49-1185 detik.
Rekomendasi untuk Masyarakat dan Wisatawan
Pihak Posmat Gunung Ili Lewotolok memberikan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar area gunung:
- Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan dilarang memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok. Selain itu, masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona harus waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
- Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara dilarang memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok. Mereka juga diminta waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
- Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka dilarang memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok. Mereka juga diminta waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
- Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
- Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan.



















