Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis
Korban kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, sedang dalam proses evakuasi. Sebanyak 38 orang telah dievakuasi dan empat korban meninggal dunia teridentifikasi sementara. Kecelakaan ini melibatkan dua jenis kereta, yaitu Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.
Evakuasi berlangsung secara dramatis karena banyak penumpang terjebak di gerbong yang rusak. Beberapa korban dievakuasi dengan tandu dalam kondisi lemas dan sesak napas. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan Satpol PP.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa para korban dievakuasi ke tiga rumah sakit sekitar lokasi kejadian, yaitu RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan Primaya. Hal ini disampaikannya saat berada di lokasi kejadian pada Selasa (28/4/2026).
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Namun, identitas keempat korban masih dalam proses pemeriksaan. “Tapi untuk identitasnya masih kami lakukan pengecekan dan sekarang lagi di Rumah Sakit (RS),” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, menyampaikan informasi bahwa tiga orang diketahui meninggal dunia usai dievakuasi. Saat itu, terdapat 29 penumpang yang sudah dievakuasi. “Evakuasi tengah berlangsung dan untuk sementara saya mendapat informasi sudah dievakuasi sebanyak 29 orang pada saat ini, dan tiga meninggal dunia,” kata Dasco di lokasi kejadian, Senin (27/4/2026).
Proses evakuasi masih berlangsung dan kemungkinan besar jumlah korban akan bertambah. “Kalau melihat proses evakuasi yang sedang berlangsung, ada kemungkinan korban masih dapat terus bertambah, tapi kami doakan semoga proses evakuasi dapat segera selesai dengan cepat,” jelas Dasco.
Penyebab Kecelakaan dan Kondisi Korban
Sebagai informasi, kecelakaan ini diduga bermula setelah insiden KRL menabrak taksi sebelum tabrakan susulan. Seorang penumpang Commuter Line, Munir, mengatakan bahwa kejadian itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Kereta itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi yang menabrak satu unit mobil taxi.
Ketika berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir. “Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir di lokasi, Senin (27/4/2026). Munir menjelaskan, akibat kejadian itu, gerbong perempuan Commuter Line hancur lebur. “Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong,” jelasnya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi sekira pukul 20.53 WIB. Saat ini, sekira pukul 22.09 WIB, proses evakuasi terhadap para korban tengah dilakukan. Evakuasi para penumpang nampak dilakukan di gerbong KRL. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Damkar nampak berupaya melakukan evakuasi tersebut.
Kondisi Para Penumpang
Beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi nampak digotong petugas menggunakan tandu untuk segera mendapatkan penanganan medis. Para penumpang terlihat lemas dan tidak mampu berjalan, bahkan kesulitan bernafas. Sejumlah ambulans juga terlihat berada di kawasan Stasiun Bekasi Timur untuk membawa penumpang yang perlu mendapatkan perawatan medis intensif.
Sementara pantauan di lokasi sekira pukul 23.57 WIB, sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan Satpol PP nampak bekerja sama melakukan evakuasi para penumpang yang masih terjebak di gerbong. Sejumlah penumpang di dalam gerbong nampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.



















