Peresmian Masjid Al Huda Muhammadiyah di Bangkalan
Peresmian Masjid Al Huda Muhammadiyah di Kampung Agung, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan menjadi momen penting yang menunjukkan persatuan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Masjid ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan tetapi juga mewakili nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, serta berkemajuan. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kemakmuran sebuah masjid ditentukan oleh beberapa faktor. Pertama, iman dan taqwa dari para jamaah. Kedua, ramainya jamaah yang datang untuk beribadah. Ketiga, kualitas bangunan yang megah dan representatif. Keempat, kesejahteraan jamaah serta peran masjid dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berpendidikan.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pondasi utama sebuah masjid adalah taqwa. Dengan taqwa, orang-orang akan selalu datang ke masjid. Ia juga menekankan bahwa dengan pendidikan yang semakin maju, Bangkalan akan semakin berkembang.
Ia menambahkan bahwa orang-orang yang memperkuat masjid adalah mereka yang memiliki iman kepada Allah, percaya pada hari akhir, menjalankan shalat, membayar zakat, dan tidak takut kepada siapa pun kecuali hanya kepada Allah. Oleh karena itu, masjid akan makmur jika pondasinya adalah iman.
Menurut Abdul Mu’ti, masjid disebut makmur apabila memenuhi empat kriteria. Pertama, masjid ramai karena banyak orang datang untuk beribadah. Kedua, masjid terlihat gagah dengan bangunan yang megah. Ketiga, jamaahnya makmur. Keempat, masjid mampu membentuk generasi bertaqwa dan berakhlak mulia, sesuai tujuan Undang-undang Dasar 1945.
Selain itu, dalam Undang-undang Pendidikan, tujuan utamanya adalah membentuk generasi cerdas, terampil, mandiri, dan bertanggung jawab. Untuk mencapai hal tersebut, pendidikan harus diperkuat melalui sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat dengan pendekatan asah, asih, dan asuh sebagaimana yang digelorakan Ki Hajar Dewantara.
Peran Masjid yang Luas dan Beragam
Peresmian Masjid Al Huda tidak hanya sebagai acara ritual, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi Muhammadiyah se-Madura Raya. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan cabang dan daerah Muhammadiyah di Pulau Madura, seperti PDM Kabupaten Sampang, PDM Kabupaten Pamekasan, dan PDM Kabupaten Sumenep.
Selain itu, hadir pula Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof Dr Safi, SH, MH, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangkalan, serta Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far.
Ketua PDM Kabupaten Bangkalan, Rik Suhadi, mengungkapkan bahwa gelaran silaturrahmi rutin setiap tahun selalu digelar oleh jajaran pimpinan PDM se-Madura Raya. Namun, kehadiran Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, sangat luar biasa karena selain meresmikan masjid, ia juga memberikan tausiah pencerahan.
Rik Suhadi menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan penggerak kemajuan masyarakat. Ia berharap, melalui tausiah pencerahan yang disampaikan Abdul Mu’ti, Masjid Al Huda Muhammadiyah dapat menjadi ikon baru Muhammadiyah di Kabupaten Bangkalan yang mampu menyatukan kekuatan umat dan melahirkan kader-kader terbaik.
Masjid Al Huda dibangun melalui kerja keras dan swadaya warga Muhammadiyah beserta masyarakat, serta pihak-pihak terkait yang dibangun berlandaskan semangat kebersamaan dan gotong royong. Rik Suhadi menambahkan bahwa masjid harus menjadi penopang utama sebagai tempat gerakan umat agar terus berdampak dan berkelanjutan.
Apresiasi dari Ketua PWM Jawa Timur
Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada PCM Burneh dan PDM Kabupaten Bangkalan yang telah berhasil membangun amal usaha berupa Masjid Al Huda Muhammadiyah.
Sukadiono berharap, keberhasilan ini bisa menginspirasi PCM-PCM lain di Madura Raya. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh berjuang di Jalan Allah maka Allah akan tunjukkan jalan kesuksesan. Artinya, jika kita belum sukses, berarti kita belum bersungguh-sungguh berjihad di Muhammadiyah.


















