Realisasi Cetak Sawah di Kalteng Capai 80 Persen
PALANGKA RAYA – Realisasi luas tambah tanam (LTT) di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga akhir April 2026 telah melampaui 80 persen dari target bulanan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya percepatan program cetak sawah berjalan cukup efektif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, menjelaskan bahwa target cetak sawah pada April ditetapkan sekitar 34 ribu hektare. Namun, capaian hingga saat ini sudah melebihi 80 persen dari target tersebut. Ia berharap bisa mencapai angka 40 ribu hektare sebelum akhir bulan.
“Untuk bulan April, capaian sudah di atas 80 persen. Mudah-mudahan bisa tembus hingga 40 ribu hektare,” ujar Rendy beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa progres cetak sawah terus berjalan dan dipantau setiap hari. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengejar peningkatan produksi pangan.
Secara umum, capaian periode tanam Maret hingga Oktober tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski ada prediksi dampak fenomena El Nino, kondisi di lapangan masih dinilai terkendali.
“Pola tanam masih aman dan bisa dimitigasi,” katanya.
Langkah Mitigasi untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem
Adapun langkah mitigasi yang dilakukan antara lain:
- Menjaga ketersediaan air melalui jaringan irigasi
- Pompanisasi di wilayah yang kekurangan air
- Penggunaan varietas tahan kekeringan
- Penyesuaian penggunaan pupuk sesuai kondisi iklim
Menurut Rendy, strategi-strategi ini menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga di tengah potensi perubahan cuaca ekstrem.
Program cetak sawah ini didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Pemprov Kalteng pun menargetkan percepatan realisasi program ini agar mampu mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.






