Berita Populer Hari Ini: Tangis Histeris, Bantuan Bencana, dan Kasus Kekerasan Seksual
Berikut ini adalah lima berita yang menjadi perhatian pembaca terbanyak hari ini. Berita-berita ini mencakup berbagai isu penting yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dari kasus penggusuran rumah hingga bantuan bencana dan tindakan kekerasan seksual terhadap anak.
1. Rumah di Ende Digusur, Pemilik Rumah: Saya Ini Dulu Kerja Mati-Matian Buat Deo-Do
Tangis histeris istri Robert Rudi de Hoog, pemilik rumah di RT 02/RW 06, Jalan Irian Jaya, Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende pecah saat rumah yang ditempatinya akan digusur. Perempuan yang diketahui bernama Icha tersebut bahkan duduk di lantai dan menangis histeris sambil memeluk kaki salah satu anggota Sat Pol PP dan anggota Polres Ende.
Ia sempat memohon-mohon agar aparat gabungan yang turun ke lokasi menunda aksi penggusuran hingga kuasa hukum Provinsial SVD tiba di Kota Ende.
2. Dinsos Malaka Salurkan Bantuan Terhadap Masyarakat yang Terdampak Bencana Longsor di Desa Kereana
Menyikapi bencana longsor yang terjadi di Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, Dinas Sosial Kabupaten Malaka menunjukkan perhatian langsung dengan telah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Kurang lebih 11 Kepala Keluarga terdampak bencana longsor tersebut telah menerima bantuan sosial tersebut dengan didampingi oleh Pemerintah Desa Kereana, pada Senin (4/5/2026).
Bantuan sosial tersebut berupa Sembako, terpal, kasur lipat, baju, dan sebagainya.
3. BREAKING NEWS: Siswa SD Hilang, Diduga Tenggelam di Danau Ranamese Manggarai Timur NTT
Gres, seorang anak sekolah dasar (SD) kelas V asal Kampung Maras, Desa Golo Loni, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur diduga tenggelam di Danau Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Senin 4 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 Wita. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi Danau Ranamese, Senin sore, bahwa korban datang bersama teman-temannya sekitar 4 orang termasuk korban datang ke danau Ranamese yang terletak di kawasan hutan lindung Ranamese atau dengan jarak sekitar 4 kilometer arah barat Kampung Maras untuk berenang.
Sebelum berenang mereka menggunakan rakit dari kayu kemudian turun berenang, namun korban hilang diduga tenggelam.
4. Kasus Persetubuhan Anak di Belu: PK Bebas, Status Tersangka Tetap Melekat
Penanganan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur ACT (16) yang terjadi di Hotel Setia, Kabupaten Belu, masih menyisakan satu tersangka berinisial PK alias Piche yang berkas perkaranya belum dinyatakan lengkap (P-21) oleh jaksa. Meski sempat ditahan, penyidik Polres Belu telah mengeluarkan surat perintah pengeluaran penahanan terhadap tersangka PK karena masa penahanan tidak dapat diperpanjang, sambil menunggu fakta persidangan dua tersangka lainnya, RM alias Roy dan RS alias Rivel, yang telah lebih dulu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu (P-21).
5. Kasus Persetubuhan Anak di Rote Ndao, Polisi Tetapkan Tersangka dan Langsung Ditahan
Unit PPA-PPO Satuan Reskrim Polres Rote Ndao menetapkan SS sebagai tersangka dalam kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur berinisial DS (16). Kasus ini dilaporkan oleh ayah korban, Yosua Suy melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/213/XII/SPKT/Polres Rote Ndao/Polda NTT. Laporan kasus ini telah diterima Polres Rote Ndao sejak 16 Desember 2025. Korban DS mengalami kekerasan seksual yang terjadi pertama kali pada 11 Desember 2025 di area persawahan.



















