Kunjungan Jemaat Ahmadiyah Indonesia ke Tribun Timur
Pengurus nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) melakukan kunjungan ke Tribun Timur di Makassar. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan media, serta mempererat hubungan dengan berbagai pihak seperti pemerintah, tokoh lintas agama, dan akademisi.
Kunjungan yang dilakukan pada hari Kamis (2/4/2026) ini dihadiri oleh Amir Nasional Zaki Firdaus Syahid bersama jajaran JAI. Mereka juga ditemani oleh Juru Bicara Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana, serta perwakilan dari wilayah Sulawesi Selatan. Rombongan JAI disambut oleh Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Thamzil Thahir, dan Editor Tribun Timur, Alfian.
Selama pertemuan, mereka membahas dinamika organisasi serta isu-isu global yang relevan. Topik seperti konflik AS-Israel dan Iran juga menjadi pembahasan utama. Meski membahas isu serius, suasana tetap cair dengan selingan tawa dan interaksi yang hangat.
Yendra Budiana, Juru Bicara Ahmadiyah Indonesia, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan upaya untuk membangun ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam mengurangi kesalahpahaman terhadap Ahmadiyah.
Amir Nasional Zaki Firdaus Syahid menyampaikan bahwa saat ini terdapat 65 dewan pengurus wilayah dan 400 dewan pengurus cabang Ahmadiyah di Indonesia. Struktur tersebut mengelola sekitar 53.000 anggota Ahmadiyah di seluruh Indonesia. Di Sulawesi Selatan, Ahmadiyah dibagi menjadi tiga wilayah dengan jumlah cabang lebih dari dua puluh.
Ahmadiyah di Indonesia telah berusia 100 tahun sejak pertama kali berdiri pada 25 Desember 1925. Cabang pertama berdiri di Tapaktuan, yang kini masuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.
Dalam rangka peringatan 100 tahun tersebut, Ahmadiyah berkomitmen berkontribusi dalam pembangunan Indonesia di berbagai bidang, terutama kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, Ahmadiyah membangun rumah sehat sebagai fasilitas layanan masyarakat yang terbuka untuk umum. Layanan tersebut mencakup medis konvensional dan alternatif. Masyarakat yang ingin berobat dapat datang ke cabang terdekat.
Sementara di bidang pendidikan, Ahmadiyah membangun rumah belajar. Saat ini, sebanyak 46 unit telah terbangun dari target 100. Baru-baru ini juga diresmikan sekolah yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti. Sekolah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk nonmuslim.
Menurut Zaki Firdaus Syahid, Ahmadiyah tidak menitikberatkan dakwah, melainkan fokus pada penyebaran kebaikan. “Karena kebaikan tidak melihat latar belakang,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Nur Thamzil Thahir, menyampaikan bahwa Tribun Timur sebagai bagian dari Kompas Media memegang teguh nilai-nilai keindonesiaan. Ia menegaskan bahwa Tribun Timur terbuka bagi siapa pun sebagai saluran penyampaian informasi kepada masyarakat. “Kami menjaga nilai-nilai keindonesiaan sebagai pesan Bapak Jakob Oetama,” ujarnya.
Berbagai Inisiatif dan Program Ahmadiyah
Ahmadiyah memiliki berbagai inisiatif dan program yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Salah satu contohnya adalah pembangunan rumah sehat yang menyediakan layanan kesehatan secara gratis. Rumah sehat ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat, baik muslim maupun nonmuslim.
Di bidang pendidikan, Ahmadiyah juga aktif dalam membangun rumah belajar. Saat ini, sebanyak 46 unit sudah beroperasi dari target 100. Sekolah yang baru saja diresmikan juga terbuka untuk umum, dan banyak siswa dari berbagai latar belakang yang ikut belajar di sana.
Program-program ini menunjukkan komitmen Ahmadiyah dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan fokus pada kebaikan dan pelayanan, Ahmadiyah berusaha menjadi bagian dari solusi untuk berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Kunjungan JAI ke Tribun Timur merupakan salah satu langkah untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui dialog dan diskusi, JAI berharap bisa membangun sinergi yang lebih kuat dengan media, pemerintah, akademisi, dan organisasi keagamaan lainnya.
Amir Nasional Zaki Firdaus Syahid menyebutkan bahwa selama beberapa hari di Makassar, JAI juga mengadakan silaturahmi dengan tokoh lintas agama, profesor, serta tokoh-tokoh ormas Islam lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen JAI dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung.














