Efek Minum Kopi pada Kolesterol
Minum kopi memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan fungsi kognitif dan menurunkan risiko penyakit tertentu. Namun, beberapa senyawa dalam kopi, seperti cafestol dan kahweol, dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Senyawa-senyawa ini ditemukan dalam minyak kopi dan termasuk dalam kategori diterpena. Cafestol dan kahweol diyakini dapat meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dengan menghambat kemampuan alami tubuh untuk memproses dan mengeluarkan kolesterol.
Cara Pembuatan Kopi Memengaruhi Kolesterol
Menurut studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam jurnal Open Heart, tingkat kenaikan kolesterol tergantung pada cara pembuatan kopi. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis kebiasaan minum kopi dari lebih dari 21.000 sukarelawan dan menemukan bahwa mereka yang minum kopi dengan cara direbus atau diseduh cenderung memiliki kolesterol tinggi dibandingkan yang mengonsumsi kopi yang disaring.
Alasan utamanya adalah karena proses penyaringan dapat menghalangi minyak kopi yang mengandung diterpena masuk ke dalam cangkir. Sebaliknya, kopi rebus seperti cold brew tidak menggunakan filter, sehingga senyawa peningkat kolesterol tetap ada dalam cangkir.
Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases pada 2 Februari 2025 juga menemukan hasil serupa. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Swedia mengukur kadar diterpena dalam berbagai jenis kopi. Mereka menemukan bahwa merebus kopi merupakan penyebab utama kenaikan kolesterol.
David Iggman, ahli gizi klinis dari Universitas Uppsala, menjelaskan bahwa mesin kopi tanpa filter menghasilkan kadar zat-zat tersebut yang jauh lebih tinggi dibandingkan mesin dengan penyaring. “Proses penyaringan sangat penting untuk mengurangi zat-zat peningkat kolesterol dalam kopi,” tambahnya.
Iggman menyarankan untuk beralih dari kopi mesin ke kopi yang disaring dengan kertas. Hal ini dapat mengurangi LDL dan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerosis sebesar 13 persen dalam 5 tahun, serta 36 persen dalam 40 tahun.
Pemilihan Biji Kopi Berpengaruh pada Kolesterol
Selain metode penyeduhan, pemilihan biji kopi juga memengaruhi potensi peningkatan kolesterol. Contohnya, biji kopi arabika mengandung lebih banyak diterpena daripada robusta. Selain itu, biji kopi yang dipanggang terang lebih kaya akan diterpena dibandingkan yang dipanggang gelap.
Jumlah konsumsi kopi dalam sehari juga penting. Studi Scientific Reports tahun 2023 melibatkan 9.009 relawan dan menemukan bahwa orang yang minum 3-4 cangkir kopi setiap hari memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk memiliki LDL tinggi dibandingkan peminum ringan. Jika seseorang mengonsumsi lebih dari 4 cangkir per hari, risiko LDL tinggi bisa naik hingga enam kali lipat.
Tips untuk Mengurangi Risiko Kolesterol
Untuk mengurangi risiko kenaikan kolesterol, memilih kopi yang disaring adalah pilihan terbaik. Namun, perlu juga memperhatikan apa yang ditambahkan ke dalam secangkir kopi. Bahan seperti krim, susu, dan krimer dapat meningkatkan kadar kolesterol. Oleh karena itu, jika seseorang sedang mengawasi kadar kolesterol, penting untuk memperhatikan komposisi minuman kopi yang dikonsumsi.


















