Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
Kecelakaan antara Kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam, menyebabkan beberapa perjalanan KA Parahyangan dibatalkan. Insiden ini memengaruhi jalur Karawang-Gambir PP, termasuk perjalanan KA 139B yang berangkat dari Bandung pukul 19.25 WIB dan KA 140B yang berangkat dari Gambir pukul 23.05 WIB.
Pihak Daop 2 Bandung telah mengumumkan pembatalan sebagian perjalanan kereta api tersebut sebagai upaya untuk menjaga keselamatan penumpang dan petugas di lapangan. Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa penanganan kejadian masih terus dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan pengguna jasa dan petugas.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga memberikan pernyataan resmi bahwa fokus utama mereka adalah proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa seluruh upaya difokuskan pada keselamatan.
Korban Jiwa dan Upaya Evakuasi
Dalam perkembangan terkini, jumlah korban meninggal dunia mencapai lima orang. Tiga korban lainnya masih terjebak dan sedang dalam proses evakuasi oleh tim petugas di lapangan. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 79 korban telah mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat, seperti RS Primaya, RSUD Bekasi, RS Viola Bekasi, dan Mitra Keluarga.
Selain itu, posko tanggap darurat telah didirikan di area Stasiun Bekasi untuk mempercepat koordinasi dan mempermudah proses penanganan di lapangan. Meski sebagian jalur sudah mulai difungsikan kembali setelah proses evakuasi selesai, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan guna mendukung kelancaran proses penanganan lanjutan.
Kondisi Kereta dan Penumpang
Insiden ini terjadi ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan kereta rel listrik yang tengah berhenti. Benturan keras menyebabkan bagian lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong belakang KRL. Kerusakan parah terjadi pada gerbong khusus perempuan, sehingga sejumlah penumpang mengalami kesulitan untuk keluar karena akses terhalang oleh bangku dan bagian gerbong yang mengalami deformasi akibat benturan.
Peristiwa ini langsung memicu kepanikan di antara penumpang, baik yang berada di dalam rangkaian kereta maupun di area peron stasiun. Pihak KAI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang diberikan melalui saluran komunikasi yang tersedia.
Perkembangan Terkini
Sampai waktu nanti, Stasiun Bekasi Timur akan ditutup sementara untuk layanan commuter line, sehingga nanti layanan hanya sampai di Bekasi saja. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian.



















