CO.ID, KARAWANG – Di tengah persaingan yang ketat dalam berbagai program teknologi tingkat nasional, Alin Tamaya, mahasiswa semester keenam Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang, berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA) 2026. Ia menjadi salah satu dari 2.000 peserta terpilih dari sekitar 81.000 pendaftar di seluruh Indonesia.
Program ini fokus pada pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang teknologi dan kepemimpinan. Peserta yang lolos bertindak sebagai perwakilan kampus untuk membangun komunitas, berbagi pengetahuan digital, serta menginisiasi kegiatan berbasis teknologi. Proses seleksi berlangsung dari Februari hingga April 2026, melibatkan beberapa tahap seperti pendaftaran, wawancara mandiri, hingga tahap Gemini Challenge. Tingkat kelolosan mencapai sekitar 2,4 persen, menjadikan program ini sangat kompetitif.
Alin menyebut bahwa tahap Gemini Challenge menjadi tantangan terbesar dalam proses seleksi. “Di tahap tersebut, saya harus menyusun ide yang relevan dengan teknologi sekaligus menyampaikannya secara jelas dalam waktu terbatas. Itu yang cukup menantang,” ujarnya kepada media di Karawang, pada Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan bahwa persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada komunikasi. “Selain memahami teknologinya, saya juga berlatih cara menyampaikan ide agar lebih terstruktur dan mudah dipahami,” katanya.
Di kampus, Alin dikenal aktif dalam pengembangan keterampilan digital, terutama dalam pengelolaan konten dan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran. Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Mohammad Syamsul Azis, menilai capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional. “Seleksi yang ketat ini menunjukkan pentingnya kesiapan mahasiswa, baik dari sisi keterampilan digital maupun kemampuan komunikasi. Ini menjadi indikator bahwa kompetensi tersebut perlu terus dikembangkan,” ujarnya.
Ketua Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Karawang, Dede Firmansyah Saefudin, menyebut pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan. “Pengalaman seperti ini memberikan exposure yang luas bagi mahasiswa, terutama dalam memahami ekosistem teknologi dan kolaborasi lintas kampus,” katanya.
Selama program berlangsung hingga Juli 2026, peserta GSA 2026 akan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan komunitas dan literasi teknologi. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswa untuk aktif, adaptif, dan siap bersaing di era digital.
Keunggulan Program Google Student Ambassador
- Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pengalaman langsung dalam dunia teknologi.
- Peserta mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan mahasiswa lain dari berbagai kampus.
- Mereka juga dilibatkan dalam inisiatif-inisiatif teknologi yang berdampak nyata di masyarakat.
Persiapan yang Dilakukan Alin
- Fokus pada pemahaman teknologi dan kemampuan berkomunikasi.
- Latihan menyampaikan ide secara terstruktur dan jelas.
- Mempelajari berbagai aspek teknologi terkini untuk meningkatkan pemahaman.
Peran Mahasiswa dalam Program GSA
- Menjadi perwakilan kampus dalam berbagai kegiatan teknologi.
- Berbagi pengetahuan digital kepada rekan-rekan sejawat.
- Menginisiasi proyek-proyek berbasis teknologi yang bermanfaat.
Kesimpulan
Program Google Student Ambassador 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki potensi besar dalam menghadapi tantangan teknologi. Dengan persiapan yang matang dan dedikasi, Alin Tamaya berhasil membuktikan bahwa kemampuan teknis dan komunikasi adalah kunci sukses dalam kompetisi nasional. UBSI kampus Karawang juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa di era digital.



















