SURABAYA,
Upaya memperluas akses keuangan dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap layanan finansial terus digencarkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah lembaga keuangan, termasuk Bank Mandiri, berkolaborasi dalam gelaran FinExpo 2025 yang berlangsung di Surabaya sebagai bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi dan inklusi keuangan, terutama di tengah pesatnya perkembangan layanan digital di sektor keuangan.
Peran OJK dalam Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa selama ini OJK telah melakukan 5.182 kegiatan (inklusi dan literasi) di seluruh Indonesia dengan capaian 10.874.634 peserta, meningkat 67,87 persen dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, hasil dari kegiatan tersebut telah membuka 3.550.000 rekening baru, meningkat 0,27 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Di bidang pasar modal, 643.000 rekening investasi baru berhasil dibuka, naik hingga 310% dari tahun lalu. Sementara itu, di sektor lain, 951.000 polis asuransi baru tercatat naik 30 persen, sementara 1,47 juta pembukaan rekening pembiayaan baru, 5 juta transaksi pergadaian, dan 720.000 akun fintech baru juga tercipta sepanjang pelaksanaan program.
OJK optimistis target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada tahun 2045 dapat tercapai. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara.
Bank Mandiri Berkontribusi dalam Pemberdayaan UMKM
Di sisi lain, sektor perbankan juga menunjukkan peran aktif dalam menguatkan ekosistem keuangan inklusif. Vice President Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, Theresia Pratiwi Hastari, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperluas pemahaman keuangan masyarakat di Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa pada FinExpo 2025, Bank Mandiri berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan indeks Literasi Keuangan di Jawa Timur melalui berbagai program yang berfokus pada edukasi finansial, inklusi keuangan digital, serta pemberdayaan pelaku UMKM.
Bank Mandiri turut mempersembahkan kegiatan bertema “Dukung Literasi Keuangan, Bank Mandiri Adakan Promo dan Program Berhadiah” serta “Bank Mandiri Meriahkan Puncak Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025 dan Hadiah Berlimpah.” Rangkaian tersebut menjadi bagian dari ajakan agar masyarakat lebih aktif mengenal layanan keuangan formal dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian dan Harapan Masa Depan
Berdasarkan survei nasional terbaru OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia kini mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan berada di angka 80,50 persen. Data tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. FinExpo 2025 diharapkan tidak hanya menjadi pameran produk keuangan, tetapi juga ruang dialog antara lembaga keuangan dan masyarakat.
Sehingga kolaborasi OJK bersama perbankan seperti Bank Mandiri menunjukkan bahwa edukasi finansial kini tidak lagi sebatas wacana, melainkan langkah nyata menuju kesejahteraan bersama. Dengan inisiatif-inisiatif seperti ini, harapan besar diletakkan pada kemajuan sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.














