JAKARTA – Jagat media sosial digemparkan oleh perdebatan mengenai kejadian handball yang dilakukan pemain Paris Saint-Germain (PSG), Joao Neves, di kotak penalti sendiri saat melawan Bayern Munich pada leg kedua semifinal Liga Champions. Meski bola jelas-jelas mengenai tangannya dan insiden terjadi tepat di depan wasit Joao Pinheiro, Bayern tidak mendapatkan hadiah penalti dalam pertandingan di Allianz Arena, Munchen, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
Kejadian ini dimulai dari serangan Bayern yang gagal. Vitinha berusaha membuang bola, tetapi mengenai tangan rekan satu timnya, Neves. Wasit Pinheiro tidak memberikan penalti untuk Bayern bukan karena ia dan Neves sama-sama berasal dari Portugal. Namun, sang wasit merujuk pada Peraturan Permainan IFAB, Pasal 12 tentang Pelanggaran dan Perilaku Tidak Pantas, Ayat 2 mengenai Handball.
Menurut Pasal 12 IFAB, handball tidak dianggap sebagai pelanggaran jika mengenai pemain secara langsung dari rekan satu tim, kecuali jika tindakan tersebut disengaja atau mengakibatkan gol/peluang mencetak gol. Dalam situasi seperti ini, aturan menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran jika bola mengenai lengan pemain bertahan dan kemudian dimainkan oleh rekan satu tim.
Secara umum, pelanggaran handball di area penalti dihukum karena dianggap sebagai tindakan yang melanggar prinsip fair play. Pemain bertahan menggunakan bagian tubuh yang ilegal untuk menghentikan serangan lawan, sehingga mendapatkan keuntungan yang tidak adil dan berpotensi menghentikan peluang mencetak gol.
Pada kasus ini, kejadian handball tidak memberikan keuntungan bagi PSG, justru menghalangi upaya menyapu bola dan berpotensi membahayakan karena lawan bisa kembali merebut bola dan memberikan tekanan. Alasan inilah yang mungkin menjadi dasar dari aturan tersebut.
Kesalahan wasit Pinheiro bukan pada kejadian handball tersebut, melainkan pada keputusan tak memberikan kartu kuning kedua untuk Nuno Mendes dan mengusirnya keluar lapangan pada menit ke-29, dua menit sebelum insiden handball terjadi.
Wasit Pinheiro awalnya memberikan hukuman kepada Mendes karena handball yang disengaja yang jelas-jelas menghentikan serangan Bayern ke separuh lapangan PSG. Ini berpotensi menjadi momen penting dalam pertandingan karena Mendes sudah mendapat kartu kuning karena menjegal Olise pada menit kelima. Namun, wasit Pinheiro justru memicu kebingungan dengan memberikan tendangan bebas kepada PSG.
Setelah berkonsultasi dengan asisten wasitnya, wasit akhirnya memberikan hukuman kepada bek Bayern, Konrad Laimer, karena dianggap melakukan handball dalam proses serangan dan diikuti oleh handball Mendes. Insiden ini memicu kontroversi dan kebingungan, tetapi tidak masuk dalam kategori yang bisa dicek menggunakan VAR. Oleh karena itu, VAR tidak dapat campur tangan atau meninjau insiden tersebut.
Menurut ESPN, sulit untuk memastikan apakah ada pelanggaran handball yang jelas dari Laimer. Namun, Pinheiro mempercayai penglihatan asistennya sehingga membuat keputusan yang memicu kontroversi dan berpotensi mengubah jalannya pertandingan.



















