Edukasi Literasi Guru di Daerah Tertinggal Mamuju Tengah
SM-3T Institute menggelar edukasi literasi guru di SD Inpres Benteng, Mamuju Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia. Dinas Pendidikan Mamuju Tengah juga siap melakukan monitoring implementasi hasil pelatihan di sekolah-sekolah. Guru yang berhasil menerapkan hasil pelatihan berpeluang mendapat penghargaan dari pemerintah daerah.
Kegiatan Edukasi Literasi Guru bagi tenaga pendidik di daerah 3T Indonesia Tahun 2026 digelar di SD Inpres Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) Institute.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, mengapresiasi kegiatan peningkatan literasi yang digelar SM-3T Institute. Menurutnya, program tersebut penting untuk meningkatkan kompetensi guru di Mamuju Tengah. “Kami melihat kegiatan ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi para guru,” kata Marhuding saat ditemui usai kegiatan.
Ia berharap edukasi literasi dapat mendorong sekolah-sekolah di Mamuju Tengah menjadi sekolah yang literat. “Saya berharap dengan adanya edukasi ini, sekolah-sekolah di Mamuju Tengah dapat menjadi sekolah yang literat,” ujarnya.
Pemda Mamuju Tengah Siap Monitoring Implementasi Literasi Guru
Marhuding mengatakan peningkatan literasi guru menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Ia menjelaskan, SM-3T merupakan kumpulan guru yang berasal dari berbagai daerah tertinggal di Indonesia. Pada 2017 lalu, sebanyak 67 lulusan SM-3T tercatat pernah bertugas di Kabupaten Mamuju Tengah.
Menurutnya, para lulusan SM-3T telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan di daerah tersebut. “Saya melihat begitu banyak perubahan positif berkat kehadiran mereka,” ungkapnya.
Marhuding berharap program edukasi literasi guru dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ia menilai keberlanjutan program akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Mamuju Tengah. “Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap kegiatan ini terus berkelanjutan. Pada akhirnya, kita akan melihat pendidikan di Mamuju Tengah menjadi lebih berkualitas,” tegasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamuju Tengah juga berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring terhadap guru yang telah mengikuti pelatihan. Marhuding mengaku akan mengunjungi sekolah untuk melihat langsung penerapan materi yang diberikan dalam pelatihan. “Saya akan kunjungi dan kontrol bagaimana output-nya,” tegasnya.
Ia menambahkan, guru yang mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dengan baik berpeluang mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bentuk apresiasi tersebut berupa penghargaan, uang pembinaan, hingga hadiah pada kegiatan nasional mendatang. “Insya Allah ini menjadi target kita ke depan,” pungkasnya.



















