Serangan Israel di Gaza Terus Berlanjut Meski Ada Gencatan Senjata
Serangan Israel terhadap wilayah Jalur Gaza terus berlangsung meskipun telah ada gencatan senjata yang diberlakukan beberapa bulan lalu. Pada hari Minggu (10/5/2026), sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan udara, termasuk dua polisi. Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan bahwa kepala kepolisian kriminal di Khan Younis, Wessam Abdel-Hadi, dan ajudannya tewas setelah kendaraan mereka diserang. Sementara itu, satu orang lainnya tewas dalam serangan di kamp pengungsi Maghazi.
Ali Mousa, salah satu pelayat yang menghadiri pemakaman para polisi, menyampaikan bahwa meskipun gencatan senjata telah berlaku, pendudukan masih terus menargetkan petugas polisi untuk menciptakan kekacauan di antara masyarakat.
Hamas Menyebut Israel Ingin Pertahankan Ketidakamanan dan Kekacauan di Gaza
Hamas, kelompok perlawanan Palestina, mengecam serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas dan personel kepolisian bertujuan mempertahankan ketidakamanan dan kekacauan di Gaza. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari kejahatan dan terorisme pendudukan terhadap rakyat Palestina.
“Serangan Israel terhadap pasukan kepolisian di Gaza merupakan kelanjutan dari kejahatan dan terorisme pendudukan terhadap rakyat kami untuk mempertahankan kondisi tanpa hukum, menebar kekacauan, dan menghambat segala upaya pemulihan serta pengembalian situasi normal di Gaza,” ujar Hamas. Kelompok ini juga mendesak komunitas internasional, mediator, dan para penjamin perjanjian gencatan senjata untuk memaksa Israel agar menghentikan agresi dan pelanggaran yang dilakukan setiap harinya. Selain itu, mereka menyerukan perlindungan dan bantuan kepada rakyat Palestina.
850 Warga Palestina di Gaza Tewas Sejak Gencatan Senjata
Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan sejak Oktober 2025, Israel masih melancarkan serangan di Gaza hampir setiap hari. Petugas medis setempat melaporkan sedikitnya 850 warga Palestina telah terbunuh sejak gencatan senjata berlaku. Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza mencatat lebih dari 72.500 orang tewas sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Mayoritas korban adalah warga sipil. Perang tersebut juga menyebabkan kerusakan luas yang berdampak pada 90 persen infrastruktur sipil.

Israel Batasi Bantuan untuk Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
Laporan terbaru dari Dokter Lintas Batas (MSF) menyebutkan bahwa Israel menciptakan krisis malnutrisi di Gaza dengan sengaja membatasi makanan dan bantuan. Dampaknya dinilai sangat berbahaya, terutama bagi bayi serta perempuan hamil dan menyusui. MSF menyatakan bahwa tingkat kematian neonatal dua kali lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang mengalami malnutrisi dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu tanpa malnutrisi.
MSF juga melakukan penelitian terhadap data dari 513 bayi berusia di bawah 6 bulan yang menjalani program pemberian makanan terapeutik rawat jalan di Khan Younis antara Oktober 2024 hingga Desember 2025. Hasilnya, 91 persen dari mereka berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Pada April 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel menolak atau menghalangi hampir setengah dari pergerakan bantuan kemanusiaan yang terkoordinasi di Gaza meskipun adanya kesepakatan gencatan senjata. Menurut kelompok hak asasi manusia Euro-Med Human Rights Monitor, kebijakan memblokir kebutuhan dasar yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia itu menunjukkan adanya niat Israel untuk membuat Gaza kelaparan dan membunuh lebih banyak warga Palestina.

Perjuangan Hidup dan Mati Ibu Hamil di Gaza
Kondisi di Gaza semakin memprihatinkan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Banyak dari mereka mengalami malnutrisi akibat keterbatasan akses ke makanan dan bantuan kemanusiaan. Hal ini meningkatkan risiko kematian neonatal dan gangguan perkembangan pada bayi. Perjuangan hidup dan mati ibu hamil di Gaza menjadi bukti nyata dari dampak buruk dari kebijakan Israel yang membatasi bantuan kemanusiaan.


















