Anjing, sahabat setia manusia, seringkali menunjukkan kedekatan yang luar biasa dengan pemiliknya. Hari-hari mereka diisi dengan berbagai aktivitas bersama, mulai dari berlarian riang, mengeluarkan rengekan manja, hingga menyelipkan diri di antara kaki sang empunya. Namun, di balik tingkah laku menggemaskan tersebut, anjing juga memiliki sisi posesif yang kuat. Mereka seolah tak rela jika perhatian pemiliknya teralih pada makhluk lain, bahkan hewan lain. Ketika merasa diabaikan, sebagian anjing akan menampilkan bahasa tubuh yang menunjukkan ketidaknyamanan. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah anjing benar-benar merasakan cemburu ketika pemiliknya berinteraksi dengan hewan lain? Mari kita selami lebih dalam mengenai emosi kompleks ini.
Tanda-tanda Anjing yang Sedang Cemburu
Perasaan cemburu, yang selama ini identik dengan manusia, ternyata juga dapat dirasakan oleh anjing. Berbagai penelitian telah mengindikasikan fenomena ini. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE menunjukkan bahwa anjing cenderung menunjukkan perilaku cemburu yang lebih intens ketika pemiliknya memberikan kasih sayang kepada boneka anjing yang sangat realistis.
Hal serupa juga diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science pada tahun 2021. Studi ini menemukan bahwa anjing menunjukkan reaksi yang lebih kuat saat pemiliknya membelai anjing palsu dibandingkan ketika mereka berinteraksi dengan benda mati.
Ketika seekor anjing dilanda rasa cemburu, mereka biasanya akan menampilkan serangkaian perilaku khas. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting bagi pemilik agar dapat segera mengambil langkah yang tepat. Beberapa indikator anjing yang sedang cemburu meliputi:
- Agresi atau Frustrasi: Ini bisa termanifestasi dalam bentuk tindakan fisik seperti mendorong, menendang, atau bahkan mencubit. Perilaku ini menunjukkan ketidakpuasan dan keinginan untuk menghentikan interaksi yang dianggap mengancam.
- Perilaku Mencari Perhatian Berlebihan: Anjing yang cemburu seringkali akan menggonggong secara berlebihan, merengek terus-menerus, atau menjadi sangat manja. Tujuannya adalah untuk menarik kembali perhatian pemiliknya.
- Perubahan Kebiasaan Makan: Beberapa anjing mungkin kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, makan dengan lahap sebagai respons terhadap stres akibat kecemburuan.
- Perilaku Merusak: Dalam keadaan frustrasi, anjing bisa saja merusak furnitur atau barang-barang lain di sekitarnya. Ini adalah cara mereka meluapkan emosi yang terpendam.
- Sifat Posesif yang Meningkat: Ini termasuk perilaku penjagaan yang berlebihan terhadap pemilik atau wilayahnya, serta kebiasaan buang air besar atau kecil di sembarang tempat sebagai bentuk penandaan teritori.
- Gejala Stres dan Kecemasan: Anjing yang cemburu dapat menunjukkan tanda-tanda kecemasan seperti mondar-mandir tanpa tujuan, gelisah, perubahan drastis dalam bahasa tubuh, hingga mengibaskan ekornya secara berulang-ulang dalam pola yang tidak biasa.
Mengapa Anjing Bisa Merasakan Cemburu?
Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan mengapa anjing dapat merasakan emosi cemburu. Salah satu pandangan yang cukup populer adalah bahwa perilaku ini berkaitan dengan garis keturunan anjing yang berasal dari hewan yang hidup dalam kawanan dengan hierarki sosial yang jelas.

Dalam teori dominasi kawanan, dipercaya bahwa salah satu tujuan utama anjing dalam kelompoknya adalah untuk mencapai puncak hierarki. Untuk mencapai posisi tersebut, anjing dalam kawanan akan bersaing dan bahkan menggulingkan pesaingnya. Cara anjing menunjukkan sikap hierarki sosial ini bisa berupa ketegasan, agresi, atau berbagai perilaku lain yang seringkali kita kaitkan dengan kecemburuan.
Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan bahwa kecemburuan pada anjing bisa jadi merupakan sifat yang berkaitan dengan kelangsungan hidup. Ketika anjing merasakan adanya ancaman dari “saingan” baru yang berpotensi mengurangi sumber daya atau perhatian yang mereka terima, perilaku cemburu dapat muncul sebagai respons adaptif. Ini adalah mekanisme untuk mempertahankan posisi dan sumber daya mereka dalam “kelompok sosial” mereka.
Bagaimana Cara Mengatasi Anjing yang Sedang Cemburu?
Kecemburuan pada anjing, meskipun merupakan emosi yang kompleks, seringkali berada di luar kendali langsung pemiliknya. Namun, dengan pendekatan yang tepat, pemilik dapat membantu menenangkan anjing yang sedang dilanda kecemburuan. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan:
Sesi Pelatihan yang Konsisten:
Jauh sebelum anjing menunjukkan tanda-tanda kecemburuan, sangat disarankan untuk secara rutin melatih mereka dengan perintah dasar seperti ‘duduk’, ‘diam’, ‘datang’, dan ‘pergi’. Sesi pelatihan ini tidak hanya memperkuat ikatan antara pemilik dan anjing, tetapi juga menegaskan peran pemilik sebagai pemimpin. Ketika anjing mulai menunjukkan perilaku cemburu, berikan mereka perintah yang sudah diajarkan sebelumnya. Ini membantu mengalihkan perhatian mereka dan menguatkan kembali otoritas Anda dalam situasi tersebut.Abaikan Perilaku yang Tidak Diinginkan:
Penting untuk tidak memberikan perhatian atau reaksi apa pun terhadap perilaku negatif yang muncul akibat kecemburuan, seperti merengek, mencakar, atau menendang. Dengan mengabaikan perilaku ini, anjing akan belajar bahwa tindakan tersebut tidak akan menghasilkan apa yang mereka inginkan, yaitu perhatian dari pemilik.Berikan Penghargaan untuk Perilaku Baik:
Sebaliknya, ketika anjing menunjukkan perilaku yang tenang dan baik, berikanlah pujian, belaian lembut, atau bahkan camilan lezat. Penghargaan ini akan membuat anjing mengerti bahwa bersikap tenang dan patuh adalah cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian positif dari pemiliknya.Singkirkan Pemicu Kecemburuan:
Anjing tidak hanya bisa cemburu pada hewan lain atau orang, tetapi juga pada benda-benda seperti mainan favorit atau bahkan tulang. Untuk meminimalkan potensi kecemburuan, usahakan untuk selalu bersikap adil dalam membagikan mainan atau makanan. Pastikan setiap anjing (jika ada lebih dari satu) mendapatkan perhatian dan sumber daya yang setara untuk mencegah rasa iri.

Sebagai penutup, dapat dipastikan bahwa anjing memang bisa merasakan kecemburuan ketika pemiliknya menunjukkan kasih sayang kepada hewan lain. Perasaan ini muncul karena mereka menganggap adanya “saingan” baru yang berpotensi menggeser posisi mereka. Gejala kecemburuan pada anjing dapat bervariasi, mulai dari perilaku agresif seperti menendang, merusak furnitur, hingga menggonggong berlebihan. Dengan pemahaman dan penanganan yang tepat, rasa cemburu pada anjing dapat dikelola dengan baik, memastikan keseimbangan emosional dan keharmonisan dalam hubungan antara anjing dan pemiliknya.



















