Arab Saudi Kecam Serangan AS, Israel, dan Iran, Serukan Sikap Tegas Internasional
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amodi, menyampaikan sikap tegas negaranya terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Arab Saudi secara tegas mengecam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dinilai semakin memperkeruh suasana dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, Arab Saudi juga menyatakan penolakannya terhadap serangan balasan yang dilakukan oleh Iran terhadap negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), termasuk Arab Saudi sendiri. Tindakan balasan Iran ini dinilai berpotensi memperluas konflik regional yang sudah ada.
“Kita tahu bahwa pertama serangan itu dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dalam kesempatan ini, pemerintah negara-negara Teluk secara umum, yaitu enam negara, mengecam tindakan yang dilakukan oleh Israel,” ujar Dubes Faisal kepada awak media di Jakarta pada hari Jumat, 13 Maret.
Dubes Faisal menegaskan bahwa sejak awal terjadinya konflik, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya telah secara eksplisit menyampaikan kepada Iran bahwa wilayah mereka tidak akan pernah diizinkan untuk dijadikan basis peluncuran serangan oleh Iran. Pernyataan ini merupakan penegasan komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan dan mencegah penyebaran konflik lebih lanjut.
Namun, terlepas dari penegasan tersebut, Iran tetap melakukan serangan balasan yang menargetkan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi. Serangan-serangan ini dilaporkan telah merusak sejumlah fasilitas publik dan fasilitas politik penting lainnya, menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keamanan.
Bertentangan dengan Prinsip Kemanusiaan dan Hukum Internasional
Lebih lanjut, Dubes Faisal menekankan bahwa serangan-serangan yang dilancarkan oleh Iran tersebut sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip bertetangga yang baik, serta melanggar hukum internasional dan nilai-nilai universal yang dianut oleh komunitas internasional. Prinsip saling menghormati antarnegara dan penyelesaian konflik secara damai seharusnya menjadi landasan dalam hubungan antarnegara di kawasan.
Meskipun menjadi korban dari serangan tersebut, Arab Saudi menunjukkan sikap yang patut diapresiasi dengan memilih untuk menahan diri dari melakukan serangan balasan terhadap Iran. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Arab Saudi untuk meredakan ketegangan yang semakin meningkat akibat perang yang berdampak luas terhadap negara-negara Teluk dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
“Sikap kami jelas, kami tidak melakukan (serangan balasan) itu. Kami menanggapi dengan keadaan sikap yang tenang, tidak berpihak untuk melakukan serangan balik kepada Iran,” tegas Dubes Faisal, menggarisbawahi komitmennya terhadap de-eskalasi konflik.
Penting untuk dicatat bahwa Israel juga terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk dan wilayah lain di kawasan Timur Tengah, yang semakin menambah kompleksitas situasi keamanan di wilayah tersebut.
Stabilitas Kawasan Berdampak Global
Dubes Faisal juga menyoroti pentingnya stabilitas di negara-negara Teluk. Ia menggarisbawahi bahwa stabilitas kawasan ini tidak hanya bermanfaat bagi negara-negara di dalamnya, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan stabilitas internasional. Hal ini terutama terasa dalam sektor energi dan pangan global, di mana ketidakstabilan di Timur Tengah dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap ketersediaan dan harga komoditas tersebut di seluruh dunia. Eskalasi konflik yang terus berlanjut ini jelas tidak mencerminkan upaya yang sungguh-sungguh untuk mengakhiri perang dan memulihkan kedamaian serta stabilitas di Timur Tengah.
Ajakan untuk Sikap Internasional yang Jelas
Oleh karena itu, Pemerintah Arab Saudi secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat internasional, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki peran strategis dan signifikan di kancah global, untuk menunjukkan sikap dan posisi yang lebih jelas dalam menanggapi situasi di Timur Tengah, khususnya terkait serangan Iran terhadap negara-negara Teluk.
“Kami menyerukan atau mengajak atau meminta sikap yang lebih jelas, terutama dari Pemerintah Indonesia, bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap negara-negara Teluk di luar jalur hukum dan di luar dari prinsip-prinsip bertetangga yang baik,” ujar Dubes Faisal, berharap Indonesia dapat mengambil peran aktif dalam mendorong penyelesaian damai.
Dubes Faisal menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat Indonesia, yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan, juga akan sepakat bahwa tindakan menyerang sesama negara Muslim, apalagi dilakukan di bulan suci Ramadhan, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Pernyataan penting ini disampaikan oleh Dubes Faisal usai acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan di Kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara Teluk, termasuk Qatar, Bahrain, dan Kuwait, yang menunjukkan solidaritas dan kesamaan pandangan dalam menghadapi isu-isu regional.



















