Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Ratusan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Jakarta Pusat – Insiden kebakaran dahsyat mengguncang kawasan Pasar Jiung, RW 04 Kebun Kosong, Gang Masjid, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026, sekitar pukul 20.50 WIB. Api yang berkobar dengan ganas ini meluluhlantakkan permukiman padat penduduk, menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka dan membuat ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Berita Terbaru Seputar Kebakaran
Korban Luka dan Dampak Luas bagi Warga
Akibat amukan si jago merah, tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, merinci bahwa dua dari korban luka bernama Puput dan Dika mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina. Sementara satu korban lainnya, Suparno, dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Selain korban luka, kebakaran ini menimbulkan dampak sosial yang luas bagi masyarakat sekitar. Perkiraan awal dari Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Tutagalung, menyebutkan bahwa jumlah keluarga terdampak mencapai sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga (KK). Angka ini mencerminkan tingginya kerugian yang dialami warga di kawasan padat penduduk tersebut.
“Tadi kami sampaikan kurang lebih sekitar 400 sampai 500 KK, itu disampaikan dari pihak Ketua RW,” ujar Kombes Pol Reynold Tutagalung di lokasi kejadian, Senin malam.
Investigasi Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran hebat yang melanda Pasar Jiung masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh kepolisian. Untuk mengungkap sumber api, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri akan segera diterjunkan ke lokasi.
“Saat ini, kami akan melakukan penyelidikan bersama dengan stakeholder terkait dari pihak kepolisian maupun petugas damkar,” jelas Kombes Pol Reynold. “Bahkan, kita akan turunkan tim Puslabfor untuk menentukan sumber api. Tentu ini masih dalam ranah penyelidikan kami.”
Mobilisasi Besar-besaran untuk Pemadaman dan Evakuasi
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 35 unit kendaraan pemadam kebakaran. Upaya pemadaman dan penanganan darurat melibatkan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan personel Brimob.
“Kami dari kepolisian, TNI, maupun pemda setempat turun langsung ke lokasi. Khususnya kami dari Polres Jakarta Pusat dan Brimob menurunkan kurang lebih 200 personel untuk membantu evakuasi korban,” ungkap Reynold.
Petugas gabungan juga sigap membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah yang dilalap api. Pengaturan arus lalu lintas menjadi prioritas guna memastikan kelancaran proses pemadaman. Tercatat enam orang mengalami sesak napas akibat asap tebal dan segera dibawa ke RS Hermina Kemayoran.
Penyediaan Lokasi Pengungsian dan Penampungan Sementara
Merespons banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal, kepolisian berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat dan PPK Kemayoran untuk menyediakan lokasi pengungsian sementara. Area Kebun Kosong, kantor Polres Jakarta Pusat, serta Polsek Kemayoran disiapkan sebagai lokasi penampungan.
“Kami berkoordinasi dengan pemda setempat untuk menyediakan tempat evakuasi. Kami siap memberikan tempat perlindungan kepada masyarakat yang tempat tinggalnya terkena kebakaran,” ujar Kombes Pol Reynold.
Kepolisian juga membantu mengamankan barang-barang warga yang berhasil diselamatkan, yang kini dipindahkan ke Polres atau Polsek Kemayoran agar terjaga keamanannya. Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan pendataan cermat mengenai jumlah pasti warga terdampak sembari mendalami penyebab kebakaran.


















