Laporan Mengungkap Penjarahan dan Penghancuran Properti Sipil dalam Operasi Militer Israel
Sebuah laporan dari media Israel mengungkap praktik penjarahan dan penghancuran properti milik warga sipil yang diduga menjadi bagian integral dari operasi militer Israel di Lebanon selatan.
Kesaksian dari sejumlah tentara cadangan yang dirilis oleh harian Haaretz memberikan gambaran suram mengenai tindakan yang melampaui tujuan militer konvensional.
Baca Juga: Berita Seputar Lebanon
Praktik Penjarahan yang Meluas
Laporan tersebut menyoroti pengakuan beberapa tentara yang menyatakan bahwa penjarahan adalah kejadian yang kerap terjadi selama operasi militer berlangsung.
Sejarawan Israel, Adam Raz, menegaskan bahwa praktik ini bukanlah hal baru dalam sejarah konflik. Menurutnya, komando militer tingkat atas secara sengaja membiarkan praktik ini terus berlanjut.
Kelompok hak asasi manusia, Euro-Med Human Rights Monitor, juga melaporkan pola penjarahan sistematis di mana pasukan memasuki rumah warga dan mengambil barang pribadi, menunjukkan praktik ini sebagai kebijakan efektif.
Penghancuran Menjadi Prioritas Utama
Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, bentrokan di lapangan dilaporkan masih berlanjut. Wawancara dengan tentara cadangan mengungkapkan bahwa memerangi Hizbullah bukanlah satu-satunya tujuan.
Beberapa tentara mengaku bahwa tugas utama mereka adalah menghancurkan rumah-rumah penduduk tanpa nilai strategis militer, yang sering kali dilakukan oleh kontraktor swasta.
Konsekuensi dan Dampak Jangka Panjang
Praktik penjarahan dan penghancuran properti sipil menimbulkan pertanyaan serius mengenai kepatuhan terhadap hukum internasional dan etika perang.
Dampak psikologis dari hilangnya rumah dan barang berharga sangat merusak. Laporan ini menyoroti perlunya akuntabilitas dan investigasi menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi para korban.



















