Upaya Pencarian Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah masih terus menyisir lokasi pasca meledaknya bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Hingga Senin (1/6/2026), operasi pencarian telah menemukan 13 bagian tubuh korban di sekitar ring dua. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, memastikan serpihan tersebut telah diserahkan ke RSUD Biak untuk identifikasi lanjutan.
Daftar Korban Tewas Akibat Ledakan Bom Biak
Insiden tragis di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi pada Minggu (31/5/2026) ini telah merenggut nyawa warga sipil. Lima korban yang telah dimakamkan antara lain:
- Moris Raubaba (24) – Nelayan
- Delfin Raubaba (41) – Nelayan
- Karmila Ayorbaba (25) – Ibu Rumah Tangga
- Isrel Raubaba (5 tahun) – Anak-anak
- Isra Raubaba (7 tahun) – Pelajar
Tiga korban lain, yakni Yulianus Raubaba, Anes Marandof, dan Lay Madura masih dalam pencarian intensif.
Penemuan Granat Baru dan Proses Evakuasi Warga
Area ring satu yang menjadi pusat ledakan masih dinilai berbahaya. Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Papua juga mengamankan dan langsung memusnahkan dua proyektil kosong serta granat nanas modifikasi di lokasi.
Sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan dua butuh perawatan intensif. Selain itu, 56 jiwa terpaksa diungsikan ke area aman.
Pemerintah Daerah Biak Numfor menjamin ketersediaan logistik bagi pengungsi akibat ledakan yang memicu kobaran api setinggi enam meter ini.

















