Kobaran Api Melalap Pasar Jiung Kemayoran: Ratusan Bangunan Hangus, Ribuan Jiwa Terdampak
Jakarta Pusat – Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam ketika kobaran api melahap kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Peristiwa kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik ini tidak hanya menghanguskan ratusan bangunan semi permanen, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Api yang pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah di belakang kediaman warga dengan cepat membesar dan menjalar tak terkendali. Meskipun warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia, upaya tersebut terbukti tidak cukup untuk membendung amukan si jago merah. Dalam waktu singkat, api telah melahap bangunan demi bangunan, menciptakan pemandangan mengerikan di tengah kegelapan malam.
Korban Luka dan Penanganan Medis
Akibat insiden tragis ini, tercatat tiga orang mengalami luka dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Dua korban, yang diidentifikasi bernama Puput dan Dika, langsung dilarikan ke RS Hermina Kemayoran untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, korban ketiga, Suparno, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena kondisinya yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Ketiga korban tersebut menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di balik peristiwa kebakaran yang seringkali terjadi akibat kelalaian atau kondisi bangunan yang tidak memadai.
Dampak Luas: Ratusan Bangunan dan Ribuan Jiwa Terdampak
Skala kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran sungguh memprihatinkan. Data sementara menunjukkan bahwa sedikitnya 250 bangunan semi permanen habis dilalap api. Dampak yang ditimbulkan pun sangat luas, mencakup sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 500 jiwa yang kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa mengungsi dan mencari perlindungan sementara, meninggalkan puing-puing bangunan yang dulunya menjadi saksi bisu kehidupan mereka.
Perjuangan Tanpa Henti Petugas Pemadam Kebakaran
Menanggapi laporan darurat tersebut, petugas pemadam kebakaran dari Sektor III Kemayoran bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Armada pertama tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 21.05 WIB dan segera melakukan upaya lokalisasi area. Namun, melihat skala kebakaran yang terus membesar, bantuan tambahan pun dikerahkan secara masif.
Sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran, didukung oleh setidaknya 100 personel yang tangguh, diterjunkan ke titik api. Suara sirene mobil pemadam kebakaran yang saling bersahutan di tengah malam menambah ketegangan di lokasi kejadian. Para petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa kenal lelah, berjuang menembus kepulan asap pekat dan kobaran api yang membara, menyemprotkan air demi menjinakkan si jago merah. Hingga berita ini diturunkan menjelang tengah malam, mereka masih terus berjibaku di lapangan, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas mulia mereka.
Dugaan Awal dan Investigasi Mendalam
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Api diduga pertama kali muncul sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah di belakang kediaman warga, salah satunya diduga milik warga bernama Darmansyah. Meskipun dugaan awal telah mengarah pada korsleting listrik, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini.
Proses investigasi juga mencakup pendataan kerugian materiil yang ditimbulkan. Hingga kini, kerugian tersebut belum dapat ditaksir secara pasti, mengingat skala kerusakan yang sangat luas. Polisi berjanji akan terus mengumpulkan keterangan dari saksi dan melakukan olah TKP untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi ini.
Gangguan Transportasi: Rute Transjakarta Dialihkan
Dampak dari kebakaran besar ini tidak hanya dirasakan oleh para korban, tetapi juga meluas hingga mengganggu kenyamanan ribuan pengguna jalan dan transportasi publik. Kebakaran yang berdekatan dengan kawasan Jalan Jiung membuat jalur perlintasan bus Transjakarta dinilai tidak aman untuk dilewati.
Menanggapi situasi tersebut, Transjakarta terpaksa melakukan penyesuaian operasional darurat secara mendadak mulai pukul 21.20 WIB. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa layanan Koridor 14 yang melayani rute Jakarta International Stadium (JIS) – Senen terpaksa dialihkan demi keselamatan bersama.
Kebijakan pengalihan rute ini berdampak langsung pada penutupan sementara tiga halte penting di kawasan Kemayoran, yaitu:
- Halte Toyota Rangga (dua arah)
- Halte Tanah Tinggi (dua arah)
- Halte Kemayoran (arah JIS)
Detail Pengalihan Rute Transjakarta
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang yang telantar, Transjakarta menerapkan skema pengalihan rute sebagai berikut:
- Arah Senen: Bus akan dialihkan dari Halte Kemayoran untuk melakukan putar balik di Patung Ondel-Ondel, kemudian masuk ke Jalan Angkasa. Bus akan melintasi jalur 14A, belok kiri di Traffic Light (TL) Golden, menuju Halte Jaga Jakarta, lalu putar balik di Pal Putih hingga tembus ke Atrium.
- Arah JIS: Armada bus akan dialihkan dari Halte Jaga Jakarta menuju putar balik Pal Putih. Selanjutnya, bus akan berlanjut ke Halte Senen Raya, melalui Jalan Senen Raya IV, Jalan Gunung Sahari, Jalan Angkasa, Jalan Benyamin Sueb, dan baru kembali ke rute normalnya mulai dari Halte JIExpo Kemayoran hingga ke JIS.
Pihak manajemen Transjakarta menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan setianya. Warga dan pengguna jasa diimbau untuk terus memantau perkembangan situasi dan pembaruan rute secara berkala melalui aplikasi resmi maupun akun media sosial Transjakarta selagi proses penanganan kebakaran di Kemayoran masih berlangsung.


















