Operasi SAR di Bukit Mongkrang Ditutup Tanpa Hasil, Pendakian Diliburkan
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), seorang pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah resmi dihentikan pada hari ke-13 pencarian. Hingga Sabtu (31/1/2026), upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan belum membuahkan hasil. Menyusul penutupan operasi SAR, aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang untuk sementara waktu ditutup bagi umum. Kebijakan ini diambil sebagai langkah pemulihan ekosistem vegetasi di area tersebut yang diduga terganggu selama berlangsungnya operasi pencarian.
Pembukaan kembali jalur pendakian Bukit Mongkrang akan menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan pihak Perhutani. Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan, memberikan waktu bagi alam untuk pulih dan bagi pihak berwenang untuk mengevaluasi status operasional pendakian.
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, mengkonfirmasi penutupan sementara aktivitas pendakian ini. “Pasca operasi SAR Basarnas Solo resmi ditutup, pendakian Bukit Mongkrang juga ditutup untuk pengunjung,” ujar Eko pada Minggu (1/2/2026). Ia menjelaskan bahwa penutupan ini dilakukan agar alam dapat memulihkan vegetasinya yang sempat terganggu akibat aktivitas pencarian.
Keputusan mengenai kapan Bukit Mongkrang akan kembali dibuka untuk umum masih menunggu petunjuk dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Perhutani. “Terkait ditutupnya operasional Bukit Mongkrang dan rencana akan dibuka, masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” tambah Eko.
Koordinator Operasi SAR Basarnas Solo, Tri Puji Sugiharto, turut menyatakan bahwa setelah operasi SAR dihentikan, pengelolaan aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang juga dihentikan sementara. “Pihak otoritas dan pengelola (pendakian Bukit Mongkrang) juga menutup aktivitas apapun itu sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” tegas Tri. Penghentian aktivitas ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi pemulihan alam serta evaluasi keamanan dan pengelolaan kawasan.
Kronologi Hilangnya Pendaki di Bukit Mongkrang
Peristiwa hilangnya Yazid Ahmad Firdaus bermula pada Minggu, 18 Januari 2026, ketika ia bersama tiga rekannya, yaitu Salman, Sukma, dan Riyan, memulai pendakian “tektok” (pendakian pulang pergi dalam satu hari) di Bukit Mongkrang pada pukul 06.30 WIB.
Setelah melewati gerbang pendakian, Yazid, Salman, dan Sukma berjalan lebih cepat, sementara Riyan sedikit tertinggal di belakang. Sekitar pukul 08.00 WIB, Salman dan Yazid dilaporkan tiba lebih dulu di puncak bukit. Karena Riyan belum juga sampai, Yazid memutuskan untuk turun kembali menyusul rekannya. Dalam perjalanan turun, Yazid berpapasan dengan Sukma, dan kemudian mereka berdua melanjutkan naik bersama Riyan hingga akhirnya keempatnya tiba di puncak.
Pada pukul 08.30 WIB, keempat pendaki tersebut sempat mengabadikan momen dengan berfoto bersama di puncak Bukit Mongkrang. Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan memutuskan untuk memulai perjalanan turun dengan formasi Yazid di depan, diikuti oleh Salman, Sukma, dan Riyan di belakang.
Tak lama setelah memulai penurunan, jaket yang dikenakan Yazid terjatuh. Yazid berhenti untuk mengambil jaketnya. Dalam situasi ini, Salman dan Sukma melanjutkan perjalanan dan menyalip Yazid, sehingga posisi Yazid menjadi berada di belakang mereka. Salman terakhir kali melihat Yazid di jalur turun, dengan jarak sekitar 20 meter, berdasarkan keterangan Sukma.
Kondisi jalur pendakian saat itu dilaporkan cukup ramai, sehingga di beberapa titik terjadi antrean pendaki. Yazid terakhir kali terlihat di area bebatuan yang berada di atas Pos 3. Salman dan Sukma terus melanjutkan perjalanan turun dan tiba di basecamp sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, Yazid tidak kunjung tiba. Riyan juga dilaporkan tiba di basecamp sendirian.
Mengetahui Yazid belum kembali, Sukma memutuskan untuk naik kembali untuk mencari rekannya, sementara Salman dan Riyan menunggu di gerbang pendakian. Sukma berhasil mencapai Pos 2. Namun, sekitar pukul 13.50 WIB, hujan deras turun dengan tiba-tiba, memaksanya untuk berteduh di pos tersebut. Dari Pos 2, Sukma berusaha menghubungi rekannya agar segera melapor ke basecamp mengenai kondisi Yazid yang belum ditemukan, yang menandakan dimulainya laporan hilangnya Yazid.
Sejak laporan awal pada 18 Januari hingga penutupan operasi SAR pada 31 Januari 2026, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif selama 13 hari tanpa menemukan jejak korban.
Deskripsi Fisik dan Barang Bawaan Korban
Untuk keperluan identifikasi dan pencarian, berikut adalah deskripsi fisik Yazid Ahmad Firdaus:
- Tinggi Badan: 175 cm
- Berat Badan: 68 kg
- Warna Kulit: Sawo matang
- Pakaian Terakhir Dikenakan: Kaos dan celana pendek berwarna hitam, jaket parasut hitam, serta sepatu HOKA SG 6 berwarna ungu-pink. Ia juga mengenakan jam tangan berwarna putih.
Barang bawaan yang dilaporkan bersama Yazid meliputi:
- Running belt hitam
- Dua buah soft flask hitam
- Satu botol minuman Coca Cola
- Snack fit bar
- Headset bone conduction berwarna hitam



















