Angin Kencang Landa Sukabumi: 27 Bencana Terjadi, Puluhan Jiwa Terdampak
Kota Sukabumi dilanda cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menerjang sejak Sabtu hingga Minggu, 24–25 Januari 2026. Kejadian ini menimbulkan serangkaian bencana yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pemukiman warga hingga sarana pendidikan keagamaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat setidaknya 27 kejadian bencana akibat terjangan angin tersebut.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh BPBD Kota Sukabumi pada Senin pagi, 26 Januari 2026, rincian bencana yang dilaporkan mencakup 12 titik pohon tumbang dan 15 kasus kerusakan pada atap bangunan. Angin kencang ini tidak hanya merusak properti, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan puluhan jiwa. Sebanyak 11 kepala keluarga, yang meliputi 34 orang, dilaporkan terdampak langsung oleh peristiwa ini.
Selain itu, dampak angin kencang juga meluas ke sektor pendidikan keagamaan. Sebuah pesantren di Kota Sukabumi mengalami kerusakan, memengaruhi aktivitas belajar mengajar bagi sekitar 200 santri yang sedang menempuh pendidikan di sana. Tidak hanya itu, dua lokasi pemakaman umum juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat peristiwa alam ini.
Satu Korban Luka Akibat Pohon Tumbang
Dalam rangkaian kejadian tersebut, satu korban dilaporkan mengalami luka-luka. Korban yang diketahui bernama Isa, tertimpa pohon tumbang saat berada di Jalan Lettu Bakri, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Petugas penyelamat segera bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama dan memastikan kondisi korban stabil.
Respons Cepat Tim Gabungan
Menghadapi situasi darurat ini, BPBD Kota Sukabumi bersama dengan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, aparat wilayah, relawan kebencanaan, serta partisipasi aktif dari masyarakat, bergerak sigap untuk melakukan penanganan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyatakan bahwa setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
“Kami terus melakukan respons cepat terhadap setiap laporan bencana yang masuk. Hingga pagi ini tercatat 27 laporan kejadian, terdiri dari 12 titik pohon tumbang dan 15 titik kerusakan atap bangunan akibat angin kencang,” ujar Yoseph.
Prioritas utama dalam penanganan ini adalah keselamatan warga. Tim gabungan fokus pada upaya pembersihan lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Pembersihan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan warga menjadi salah satu agenda penting untuk memulihkan aktivitas sehari-hari. Selain itu, penanganan darurat juga mencakup upaya evakuasi korban dan memastikan tidak ada risiko lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat.
Imbauan Kewaspadaan dan Potensi Cuaca Ekstrem
Meskipun penanganan darurat telah dilakukan, BPBD Kota Sukabumi mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi terjadinya cuaca ekstrem susulan masih terbuka, mengingat perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
“Kami mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, serta segera melapor ke BPBD apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” kata Yoseph.
Imbauan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat bencana yang disebabkan oleh angin kencang. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan setiap potensi bahaya sangat krusial dalam upaya mitigasi bencana.
Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan asesmen lanjutan di lapangan untuk mendata secara menyeluruh kerugian materiil yang dialami oleh warga maupun fasilitas umum. Data ini penting untuk menjadi dasar dalam penyaluran bantuan dan program pemulihan pasca-bencana. Kabar baiknya, hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat peristiwa angin kencang di Kota Sukabumi. Fokus utama tetap pada pemulihan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Rincian Kejadian Bencana:
- Total Kejadian: 27 laporan
- Pohon Tumbang: 12 titik
- Kerusakan Atap Bangunan: 15 titik
- Jumlah Jiwa Terdampak: 34 jiwa (dari 11 kepala keluarga)
- Fasilitas Terdampak: 1 pesantren (sekitar 200 santri), 2 lokasi pemakaman umum
- Korban Luka: 1 orang
Proses pendataan kerugian materiil masih terus berlangsung. BPBD Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan bencana ini.




















