Kegiatan Ekaristi Kaum Muda Paroki Jangkang Berikan Edukasi Penting tentang Kenakalan Remaja dan NAPZA
Ekaristi Kaum Muda ke-VII Paroki Jangkang yang berlangsung di Gereja St. Kristoforus SP IV, Dusun Suka Bhakti, Desa Sape, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu malam 23 Mei 2026 menjadi momen penting dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Acara ini tidak hanya menjadi ajang ibadah tetapi juga sebagai wadah untuk membangun kesadaran para pemuda mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Narasumber Utama: Bhabinkamtibmas Desa Sape
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dihadiri oleh para kaum muda Paroki Jangkang dengan antusias. Salah satu narasumber utama dalam acara tersebut adalah Aipda Andika Pangihutan Panjaitan, Bhabinkamtibmas Desa Sape. Ia menyampaikan materi yang berkaitan dengan kenakalan remaja dan bahaya penyalahgunaan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).
Materi yang disampaikan dikemas secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Aipda Andika menjelaskan berbagai bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi di lingkungan sosial, seperti pergaulan bebas, aksi kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif serta membangun karakter yang kuat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Pesan Penting untuk Generasi Muda
Aipda Andika menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi contoh yang baik di masyarakat dengan menjauhi tindakan negatif yang dapat merusak masa depan. Ia juga menyampaikan bahwa kenakalan remaja dan penyalahgunaan NAPZA merupakan ancaman serius bagi generasi muda.
“Kami mengajak seluruh kaum muda untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan segala bentuk perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya dalam penyampaian materinya.
Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak hukum bagi pelaku penyalahgunaan narkoba, termasuk konsekuensi sosial dan kesehatan yang dapat ditimbulkan. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.
Suasana Hangat dan Penuh Keakraban
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait persoalan remaja yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan keagamaan itu pun mendapat apresiasi dari para peserta dan panitia.
Peran Polri dalam Pembinaan Generasi Muda
Kapolsek Jangkang, Iptu Sukarjo, menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan kepemudaan dan keagamaan merupakan bagian dari upaya preventif untuk membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan generasi muda. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pemuda memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya kenakalan remaja dan NAPZA, sehingga mampu menjaga diri serta menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi perkembangan generasi muda. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih efektif dalam membentuk karakter pemuda yang positif.
Penutup Kegiatan
Sekira pukul 21.40 WIB, kegiatan penyampaian materi tentang kenakalan remaja dan NAPZA pada Ekaristi Kaum Muda ke-VII Paroki Jangkang selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

















