Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal di Dekat Rumah Kosong, Tak Ada Tanda Kekerasan
Bojonegoro, Jawa Timur – Sebuah tragedi menyelimuti Kelurahan Mojokampung, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, setelah seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial AHP ditemukan meninggal dunia di dekat sebuah rumah kosong. Penemuan yang menggemparkan ini terjadi pada Minggu malam, 1 Maret 2026, mengakhiri pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan warga setempat sejak Jumat, 27 Februari 2026.
AHP, seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar, dilaporkan hilang dari rumahnya sepulang sekolah pada hari Jumat. Kepergiannya tanpa kabar membuat keluarga dan tetangga diliputi kecemasan. Upaya pencarian intensif pun segera dilakukan, namun hingga Sabtu pagi, keberadaan AHP masih belum diketahui. Keputusasaan mendorong keluarga untuk secara resmi melaporkan kehilangan AHP ke Mapolsek Bojonegoro Kota.
Setelah dua hari penuh pencarian, harapan mulai terselip ketika dua orang warga setempat, Agus Pujo Santoso (40) dan Dedi Irawan (46), menemukan AHP pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Lokasi penemuan tragis ini berada di samping sebuah rumah kosong, tak jauh dari saluran air atau selokan, dengan jarak diperkirakan sekitar 100 meter dari kediaman korban. Saat ditemukan, AHP mengenakan kaus lengan pendek berwarna biru dengan tulisan “JOGJA” dan celana pendek berwarna hijau lumut.
Kronologi Penemuan dan Hasil Pemeriksaan Awal
Kapolsek Bojonegoro Kota, Kompol Agus Elfauzi, membenarkan adanya peristiwa duka ini. Beliau menjelaskan bahwa sejak AHP dilaporkan hilang, pihak keluarga bersama warga telah mengerahkan segala upaya untuk menemukannya.
“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di samping sebuah rumah kosong dekat saluran air atau got,” ungkap Kompol Agus Elfauzi pada Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa AHP diketahui meninggalkan rumah sejak Jumat sore sepulang sekolah. Aktivitasnya yang biasanya ceria dan aktif membuat keluarga semakin khawatir ketika ia tak kunjung pulang hingga larut malam.
Proses identifikasi awal dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Bojonegoro. Hasil pemeriksaan tersebut memberikan sedikit kelegaan di tengah duka mendalam yang dirasakan keluarga.
- Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan: Berdasarkan pemeriksaan luar pada tubuh AHP, tim medis tidak menemukan adanya indikasi penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan fisik yang mencurigakan. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam penyelidikan awal penyebab kematian korban.
Meskipun demikian, penyebab pasti kematian AHP belum dapat dipastikan secara definitif. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut, namun fokus utama saat ini adalah pada aspek medis dan kesepakatan keluarga.
Keputusan Keluarga dan Proses Pemakaman
Dalam situasi yang penuh kesedihan ini, keluarga AHP menunjukkan sikap yang patut dihargai. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah yang tak terduga.
- Penolakan Autopsi: Pihak keluarga secara tegas menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah AHP. Keputusan ini didasarkan pada keyakinan dan penerimaan mereka terhadap takdir.
- Surat Pernyataan Resmi: Untuk memperkuat keputusan tersebut, keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan resmi yang menyatakan penolakan terhadap proses autopsi. Ini merupakan langkah penting untuk menghormati keinginan terakhir keluarga dan jenazah.
Setelah semua proses administrasi dan pemeriksaan awal selesai, jenazah AHP kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di lingkungan setempat, sebagai penghormatan terakhir bagi AHP yang meninggalkan dunia di usia yang masih sangat belia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat mereka beraktivitas di luar rumah. Meskipun tidak ditemukan tanda kekerasan, hilangnya seorang anak dan penemuan dalam kondisi meninggal dunia tetap meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas di Kelurahan Mojokampung. Pihak kepolisian tetap membuka diri untuk menerima informasi tambahan yang mungkin relevan dalam upaya memahami sepenuhnya apa yang terjadi pada AHP.













