Dinamika Cuaca Sumatera Barat: Dari Hujan Petir hingga Kabut Pagi
Senin, 9 Maret 2026 – Pagi ini, langit Sumatera Barat menyajikan lanskap cuaca yang beragam di tujuh kota utamanya. Mulai dari guyuran hujan disertai kilat yang menggelegar di beberapa daerah, hingga kabut tipis yang menyelimuti kawasan lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau melaporkan adanya variasi kondisi atmosfer yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Berdasarkan pantauan terkini, Kota Padang Panjang menjadi salah satu wilayah yang mengalami fenomena cuaca ekstrem. Hujan petir melanda kota ini, menciptakan suasana yang cukup dingin dengan suhu udara menyentuh angka 18 derajat Celsius. Kondisi ini tentu memerlukan persiapan ekstra bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, di Ibu Kota Provinsi, Kota Padang, hingga pukul 08.05 WIB, langit di sebagian kawasan Kecamatan Kuranji terpantau mendung. Meskipun tidak separah hujan petir, mendung tebal ini mengindikasikan potensi penurunan hujan dalam waktu dekat.
Berikut adalah rincian lengkap prakiraan cuaca untuk tujuh kota utama di Sumatera Barat pada pagi hari ini:
- Kota Padang: Diprediksi akan diguyur hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 21 hingga 26 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 75 hingga 96 persen.
- Kota Solok: Akan diselimuti oleh udara kabur. Suhu udara diperkirakan berada di antara 20 hingga 25 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 78 hingga 95 persen.
- Kota Sawahlunto: Hujan ringan diprakirakan akan turun di kota ini. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22 hingga 28 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 69 hingga 97 persen.
- Kota Padang Panjang: Mengalami kondisi cuaca paling ekstrem dengan hujan petir. Suhu udara diprediksi sangat dingin, yaitu antara 18 hingga 24 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang sangat tinggi, mencapai 75 hingga 99 persen.
- Kota Bukittinggi: Sama seperti Kota Padang dan Sawahlunto, Bukittinggi juga akan diselimuti hujan ringan. Suhu udara berada di kisaran 18 hingga 23 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara 76 hingga 97 persen.
- Kota Payakumbuh: Langit di Kota Payakumbuh diperkirakan berawan. Suhu udara berkisar antara 20 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 68 hingga 94 persen.
- Kota Pariaman: Hujan ringan juga diprakirakan akan mengguyur Kota Pariaman. Suhu udara diprediksi berada di antara 24 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara 72 hingga 96 persen.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Meluas
Lebih lanjut, BMKG tidak hanya memberikan prakiraan, tetapi juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi peningkatan intensitas hujan. Peringatan ini mencakup kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai dengan kilat atau petir, serta angin kencang.
Pembaruan peringatan dini yang dirilis pada Senin (9/3/2026) pukul 06.50 WIB, mengindikasikan bahwa potensi hujan ini dapat mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB di berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Wilayah-wilayah yang secara spesifik disebutkan berpotensi mengalami hujan meliputi:
- Kabupaten Pesisir Selatan
- Kabupaten Solok
- Kabupaten Sijunjung
- Kabupaten Tanah Datar
- Kabupaten Padang Pariaman
- Kabupaten Lima Puluh Kota
- Kabupaten Pasaman
- Kabupaten Kepulauan Mentawai
- Kabupaten Dharmasraya
- Kabupaten Solok Selatan
- Kabupaten Pasaman Barat
- Kota Pariaman
BMKG juga menambahkan bahwa hujan dengan karakteristik serupa berpotensi meluas ke beberapa wilayah perkotaan lainnya, termasuk Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang, dan Kota Payakumbuh.
“UPDATE Peringatan Dini Cuaca Wilayah Sumatera Barat tanggal 09 Maret 2026 pukul 06.50 WIB berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” demikian bunyi pernyataan dari Prakirawan BMKG Sumatera Barat.
Kondisi cuaca yang dinamis ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini.



















