Daihatsu Buka Pintu untuk Dukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memberikan respons terkait kemungkinan keterlibatannya dalam penyediaan kendaraan niaga untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang belakangan menjadi sorotan publik. Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima komunikasi atau pembahasan langsung dari pihak pemerintah mengenai kebutuhan kendaraan untuk program tersebut.
Namun, Daihatsu secara prinsip menyatakan keterbukaan jika memang ada komunikasi atau permintaan resmi yang terjalin. Perusahaan siap mempertimbangkan penyediaan kendaraan niaga untuk mendukung program pemerintah yang bertujuan memberdayakan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Begini, mungkin bisa dicek kebutuhan mereka apa dulu ya, jadi mungkin teman-teman bisa bertanya kira-kira kami diajak bicara atau enggak,” ujar Sri Agung saat ditemui di Cikarang, Bekasi, pada Sabtu (7/3/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Daihatsu menunggu adanya inisiasi dari pihak pemerintah atau penyelenggara program untuk membahas detail kebutuhan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Sri Agung menegaskan bahwa Daihatsu selalu memiliki sikap terbuka dalam memenuhi berbagai kebutuhan kendaraan, baik untuk konsumen ritel maupun untuk pembelian dalam jumlah besar atau yang dikenal sebagai pembelian fleet.
“Jadi sebenarnya, kami welcome dan terbuka untuk menerima dari siapapun dengan satu catatan adalah kami yakin mereka memiliki kebutuhan, dan kami memiliki komitmen untuk memenuhi setiap kebutuhan baik itu retail maupun fleetnya,” jelasnya lebih lanjut.
Komitmen Daihatsu untuk Industri Otomotif Nasional
Lebih dari sekadar potensi kerja sama, Sri Agung menekankan komitmen jangka panjang Daihatsu dalam mendukung industri otomotif di Indonesia. Komitmen ini tidak hanya sebatas wacana, melainkan telah dibuktikan melalui investasi berkelanjutan pada fasilitas produksi di Tanah Air.
“Prinsipnya ADM ada di Indonesia sudah jalan 48 tahun dan memproduksi kendaraan sudah 9 juta unit,” ucapnya bangga, menggarisbawahi rekam jejak panjang dan kontribusi Daihatsu dalam industri otomotif nasional.
Saat ini, Daihatsu mengoperasikan sejumlah fasilitas produksi strategis yang mencakup pabrik mesin hingga fasilitas perakitan kendaraan. Fasilitas-fasilitas ini tersebar di beberapa kawasan industri penting, termasuk Sunter dan Karawang.
“Kalau lihat investment kami terhadap fasilitas yang diinvestasikan di Indonesia sudah ada 9 fasilitas. Pabriknya dari engine bahkan sampai assembly-nya ada di Sunter dan Karawang,” papar Sri Agung. Keberadaan fasilitas produksi yang lengkap dan modern ini menjadi bukti nyata keseriusan Daihatsu dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Tingkat Lokalisasi Tinggi Sebagai Bentuk Dukungan
Selain investasi pada fasilitas produksi, Daihatsu juga menunjukkan dukungannya terhadap industri nasional melalui tingkat penggunaan komponen lokal yang sangat tinggi dalam kendaraan yang diproduksinya. Hal ini menjadi salah satu poin penting yang menunjukkan komitmen Daihatsu untuk memberdayakan industri pendukung di dalam negeri.
“Artinya Daihatsu sangat commit, tapi catatan kedua yang harus dilihat adalah mengenai komitmen untuk lokalisasi. Lokal purchase kami sudah lebih dari 80 persen untuk produk line up yang kami produce,” ungkap Sri Agung. Tingkat lokalisasi yang mencapai lebih dari 80 persen ini memastikan bahwa sebagian besar nilai tambah dari produksi kendaraan Daihatsu tercipta di Indonesia, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para pemasok komponen lokal.
Dengan fondasi komitmen yang kuat ini, Daihatsu menegaskan kesiapannya untuk mendukung berbagai kebutuhan kendaraan yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan industri dalam negeri. Termasuk, apabila di kemudian hari terdapat kebutuhan spesifik dari program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih, Daihatsu siap untuk berdiskusi dan menjajaki kemungkinan kerja sama yang saling menguntungkan.
Keterbukaan Daihatsu ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kelurahan, di mana penyediaan kendaraan niaga yang andal dan terjangkau menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program tersebut.













