🔥 TERKINI

Dampak Krisis Energi Global: WFH Jurus Hemat BBM RI

Rizki Oleh: Rizki
7 dilihat
Selasa, 24 Maret 2026 - 16:53 WIB • Waktu baca: 4 menit
Iklan Atas Artikel (Before Content)

Strategi Penghematan Energi: WFH Satu Hari Seminggu Pasca-Lebaran

Pemerintah Indonesia tengah merancang sebuah kebijakan baru yang bertujuan untuk menghemat energi, yakni penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini rencananya akan mulai diberlakukan setelah periode Lebaran usai. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga energi global yang semakin mengkhawatirkan, yang dipicu oleh berbagai faktor geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan WFH ini akan secara spesifik menargetkan aparatur sipil negara (ASN). Namun, pemerintah juga akan memberikan imbauan kepada sektor swasta untuk mengadopsi praktik serupa. Terdapat pengecualian penting untuk sektor-sektor yang bergerak di bidang pelayanan publik, yang dipastikan tetap beroperasi secara normal.

“WFH akan kami detailkan. Namun, setelah Lebaran akan mulai diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan bagi sektor swasta. Kecuali yang bergerak di pelayanan publik,” ujar Airlangga Hartarto.

Penting untuk dicatat bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku setiap hari. Pemerintah menekankan bahwa WFH hanya akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Untuk memastikan implementasi yang optimal dan lancar di lapangan, pemerintah akan melakukan koordinasi erat dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Dampak dan Potensi Efisiensi Energi dari Kebijakan WFH

Lonjakan harga energi global, khususnya minyak mentah, telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi peningkatan beban subsidi energi di dalam negeri. Hal ini mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah pengendalian konsumsi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, turut memberikan pandangannya mengenai potensi dampak positif dari penerapan kebijakan WFH. Ia menilai bahwa dengan mengurangi mobilitas harian masyarakat, WFH berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi energi secara keseluruhan.

“Secara perhitungan kasar, WFH dapat menghemat sekitar 20 persen konsumsi BBM,” ungkap Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah memutuskan untuk membatasi WFH hanya satu hari dalam seminggu sebagai upaya menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas kerja. Kekhawatiran akan penurunan produktivitas jika WFH terlalu sering diterapkan menjadi pertimbangan utama.

“Kalau terlalu sering WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun. Karena itu, satu hari dinilai cukup untuk menjaga efektivitas kerja,” jelas Purbaya.

Selain aspek penghematan energi, pemilihan hari WFH, misalnya pada hari Jumat, juga dinilai memiliki potensi positif lain. Hal ini dapat berkontribusi dalam menciptakan akhir pekan yang lebih panjang, yang pada gilirannya dapat mendorong peningkatan aktivitas rumah tangga serta memberikan stimulus ringan bagi sektor pariwisata domestik.

Usulan mengenai penerapan WFH dan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi ini sebelumnya juga pernah disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis energi.

“Jadi menurut saya, kalau kita hadapi krisis, ya, semua upaya kita pelajari, ya, kan. Pertama, kita harus turunkan konsumsi, kita bisa turunkan konsumsi,” ujar Prabowo Subianto.

Rekomendasi Global untuk Penghematan Energi

Upaya penghematan energi, termasuk penerapan WFH, ternyata bukan hanya menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Di tingkat internasional, lembaga kredibel seperti International Energy Agency (IEA) juga telah menyuarakan rekomendasi serupa. IEA mengusulkan berbagai metode penghematan BBM, mulai dari implementasi WFH hingga pembatasan penggunaan pesawat terbang.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menekankan bahwa penghematan energi perlu dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga rumah tangga.

“Laporan hari ini menyajikan berbagai langkah konkret dan segera yang dapat diambil dari sisi permintaan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan rumah tangga untuk melindungi konsumen dari dampak krisis ini,” ujar Fatih Birol.

Selain WFH, IEA juga memberikan saran lain yang cukup signifikan, yaitu penurunan batas kecepatan kendaraan di jalan raya. Penurunan batas kecepatan setidaknya 10 kilometer per jam diusulkan sebagai cara untuk menekan konsumsi bahan bakar secara efektif.

Sebagai bagian dari upaya global untuk meredam lonjakan harga minyak, IEA bersama negara-negara anggotanya telah mengambil langkah drastis dengan menyepakati pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar.

“Kami baru saja meluncurkan pelepasan terbesar sepanjang sejarah dari cadangan minyak darurat IEA dan saya terus berkomunikasi dengan pemerintah-pemerintah utama di seluruh dunia, termasuk produsen dan konsumen energi besar, sebagai bagian dari diplomasi energi internasional kami,” kata Fatih Birol.

Pada tanggal 11 Maret lalu, IEA memang telah menyetujui pelepasan minyak rekor sebanyak 400 juta barel dari cadangan strategis. Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar dalam pasokan minyak yang dilepaskan tersebut, menunjukkan komitmen global dalam menjaga stabilitas harga energi.

Kebijakan WFH satu hari dalam seminggu yang akan diterapkan di Indonesia pasca-Lebaran ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global, untuk menghadapi tantangan kenaikan harga energi dan mengelola konsumsi sumber daya yang semakin terbatas.

Tinggalkan Tanggapan

Indeks Berita →