Dedi Mulyadi Buka Suara Soal ‘Jodoh’ Pejabat Wanita: Sulit Membedakan Cinta Tulus
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah menyandang status duda selama dua tahun terakhir, kerap menjadi sorotan publik terkait perjodohan dirinya dengan sejumlah pejabat wanita. Fenomena ini semakin hangat diperbincangkan seiring beredarnya kabar kedekatan Dedi dengan beberapa nama wanita yang juga berstatus janda.
Bahkan, beberapa figur publik wanita, baik dari kalangan pejabat tanah air maupun luar negeri, sempat dikabarkan memiliki hubungan spesial dengan orang nomor satu di Jawa Barat ini. Terbaru, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan tanggapan langsung mengenai kebiasaan publik yang sering menjodoh-jodohkannya. Ia mengaku merasa bingung dalam membedakan antara rasa kagum dan cinta yang tulus.
Riwayat Perjodohan Dedi Mulyadi
Sebelum menduduki kursi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pernah dikabarkan dekat dengan seorang wanita bernama Sani Aqila. Namun, setelah ia resmi menjabat sebagai gubernur, sosok Sani Aqila tak lagi terdengar kabarnya di ruang publik.
Sejak saat itu, Dedi Mulyadi semakin sering dijodoh-jodohkan dengan berbagai pejabat perempuan. Salah satu nama yang sempat mencuat adalah Sherly Tjoanda, yang menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara. Tak lama berselang, warganet kembali ramai menjodohkan Dedi Mulyadi dengan Young Syefura Othman, seorang anggota Parlemen Malaysia yang sempat berkunjung ke kediamannya.
Tanggapan Dedi Mulyadi Mengenai Sherly Tjoanda
Secara spesifik, Dedi Mulyadi memberikan tanggapan mengenai isu perjodohannya dengan Sherly Tjoanda. Kabar ini mulai berhembus kencang setelah Sherly Tjoanda mengunjungi kediaman Dedi di Lembur Pakuan, Subang. Kunjungan tersebut, menurut Sherly, bertujuan untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan Dedi Mulyadi, yang dinilainya berhasil memimpin Jawa Barat meski masa jabatannya belum genap satu tahun.
Setelah pertemuan tersebut, beredarlah sejumlah cuplikan video percakapan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda yang dinilai memiliki nuansa hangat dan terkesan romantis. Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa hubungannya dengan Sherly Tjoanda hanya sebatas pertemanan.
“Bu Sherly itu teman baik saya sebagai gubernur,” ujar Dedi Mulyadi dengan tenang. Ia menambahkan pujian terhadap sosok Sherly Tjoanda. “Ya Bu Sherly merupakan sosok istri yang baik, setia pada suaminya serta pemimpin yang berhasil,” ungkap Dedi Mulyadi.
Mengenal Young Syefura Othman (Rara)
Selain Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi juga menyinggung hubungannya dengan anggota parlemen Malaysia, Young Syefura Othman, yang akrab disapa Rara. Meskipun baru bertemu satu kali, Dedi Mulyadi merasa memiliki kesamaan karakter dengan Rara.
Ia menjelaskan bahwa Rara memiliki sifat yang sejalan dengannya, seperti:
* Gemar turun ke lapangan.
* Berinteraksi langsung dengan masyarakat.
* Bersikap terbuka.
* Memandang semua orang tanpa membedakan latar belakang sosial.
Dedi Mulyadi bahkan menyebut karakter Rara mengingatkannya pada putrinya, Nyi Hyang Sukma Ayu. “Dari segi karakter Rara itu mirip Ni Hyang,” sambungnya.
Ketika ditanya apakah Rara cocok masuk kriteria calon pasangannya, Dedi Mulyadi memberikan jawaban yang diplomatis. “Setiap orang kalau memang jodoh pasti tipenya,” ujarnya.
Tantangan Menemukan Cinta Tulus Sebagai Figur Publik
Dengan statusnya sebagai duda sekaligus figur publik yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tidak terhindar dari pertanyaan mengenai banyaknya wanita yang mendekatinya. Dalam sebuah perbincangan, ia ditanya oleh Hengky Kurniawan mengenai hal ini.
“Dengan kondisi Kang Dedi yang sekarang, banyak gak sih wanita yang godaan DM Kang Dedi begitu?,” tanya Hengky Kurniawan, mantan Bupati Kabupaten Bandung tersebut.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ketenarannya justru membuatnya kesulitan dalam menemukan perasaan yang benar-benar tulus. Ia mengaku saat ini hampir tidak mampu membedakan mana yang sekadar pengagum dan mana yang sungguh-sungguh menyimpan rasa cinta kepadanya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya dalam menjalani kehidupan pribadi di tengah kesibukan sebagai pemimpin daerah.

















