Banjir Melumpuhkan Akses Bandara Soekarno-Hatta, Lalu Lintas Terganggu Parah
TANGERANG – Pagi yang seharusnya sibuk dan lancar di akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin, 12 Januari 2026, berubah menjadi kekacauan akibat genangan banjir yang merendam sejumlah titik krusial. Fenomena ini sontak mengganggu mobilitas ribuan pengguna jasa bandara, mulai dari penumpang pesawat, pekerja, hingga logistik.
Menyadari dampak serius yang ditimbulkan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandara Soetta segera bergerak cepat. Sejak dini hari, personel dikerahkan untuk melakukan pemantauan intensif di berbagai titik rawan. Tujuannya jelas: mencegah terjadinya kemacetan parah dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan yang melintas di salah satu gerbang udara tersibuk di Indonesia ini.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Bandara Soetta, AKP Sularno, memberikan keterangan bahwa upaya pengaturan lalu lintas telah dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Langkah ini diambil untuk menjaga agar mobilitas pengguna jasa bandara, terutama para calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan ketat, tetap berjalan semaksimal mungkin di tengah kondisi darurat tersebut.
Titik-Titik Genangan Air yang Mengkhawatirkan
AKP Sularno merinci beberapa lokasi yang terdampak paling parah oleh genangan air. Titik utama yang menjadi perhatian adalah di Kilometer 33 Jalan Tol Sedyatmo, tepatnya di depan Hotel Ibis yang mengarah ke pintu masuk Bandara Soetta. Ketinggian air di area ini dilaporkan mencapai sekitar 15 hingga 20 sentimeter. Meskipun demikian, dua lajur paling kanan di ruas tol tersebut masih dapat dilintasi oleh kendaraan, meskipun dengan kecepatan yang sangat terbatas.
Namun, permasalahan tidak berhenti di situ. Genangan air juga dilaporkan meluas ke area lain yang vital bagi operasional bandara. Jalur Soewarna yang merupakan akses menuju area Kargo Bandara Soekarno-Hatta turut terendam. Selain itu, Jalur Perimeter Utara Bandara, yang juga memiliki peran penting dalam pergerakan kendaraan di lingkungan bandara, tidak luput dari ancaman banjir.
Di kedua lokasi terakhir ini, tingkat ketinggian genangan air dilaporkan cukup signifikan, bahkan membuat kedua jalur tersebut sama sekali tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini tentu saja menambah kompleksitas penanganan dan memperparah potensi gangguan.
Upaya Penanganan Darurat dan Koordinasi Intensif
Untuk mengatasi situasi darurat ini, tim Satlantas Polresta Bandara Soetta tidak bekerja sendiri. Mereka aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, terutama Angkasa Pura Injourney, pengelola Bandara Soekarno-Hatta. Kolaborasi ini sangat penting demi mempercepat proses penanganan dan pemulihan kondisi.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melakukan penyedotan air. Proses ini diprioritaskan di area depan Hotel Ibis, lokasi genangan yang paling parah. Air yang disedot kemudian dialirkan menuju Kali Dadap. Harapannya, dengan upaya penyedotan dan pengaliran ini, genangan air dapat segera surut dan arus lalu lintas di akses bandara dapat kembali normal secepat mungkin.
Tim Satlantas juga terus melakukan pemantauan di lapangan, mengatur manuver kendaraan untuk menghindari area tergenang, dan memberikan informasi terkini kepada pengguna jalan.
Imbauan untuk Pengguna Jalan dan Penumpang
Menghadapi situasi yang tidak terduga ini, AKP Sularno tidak lupa menyampaikan imbauan penting kepada seluruh pengguna jalan, khususnya bagi mereka yang memiliki jadwal penerbangan. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di area yang terdampak banjir.
Lebih lanjut, ia sangat menyarankan agar para calon penumpang pesawat mengatur waktu perjalanan mereka dengan lebih awal. Mengingat potensi keterlambatan akibat banjir, berangkat lebih awal dari biasanya dapat menjadi strategi krusial untuk menghindari risiko tertinggal pesawat.
Satlantas Polresta Bandara Soetta menegaskan komitmen mereka untuk terus melakukan pemantauan dan pengamanan di area akses bandara. Upaya ini akan terus dilakukan selama genangan air masih terjadi. Prioritas utama adalah menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas menuju Bandara Soekarno-Hatta, meskipun dalam kondisi yang menantang.




















