Peristiwa Berdarah di Kelurahan Kuin Cerucuk
Sebuah peristiwa berdarah yang mengejutkan warga terjadi di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Seorang warga bernama Agus (40) tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap Noorwahdiatsyah (62) menggunakan senjata tajam. Kejadian ini terjadi di Jalan Belitung Darat, Gang Emas Urai, tepatnya di samping Kantor Lurah Kuin Cerucuk.
Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa (31/3), namun masih menjadi pembicaraan masyarakat hingga kini. Salah satu hal yang memperkuat rasa kaget adalah fakta bahwa tersangka merupakan adik ipar dari korban. Hal ini membuat kejadian tersebut semakin menyedihkan dan menimbulkan pertanyaan tentang motif di balik aksi brutal tersebut.
Yusran (58), seorang saksi mata, menjadi satu-satunya orang yang melihat langsung bagaimana Agus melakukan penyerangan. Ia menceritakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, ia sedang duduk bersama Noorwahdiatsyah di pagar jembatan kecil di persimpangan jalan.
Menurut Yusran, sekitar 10 menit setelah mereka berbincang, Agus tiba-tiba muncul dari arah belakang. Aksi tersebut membuatnya terkejut. “Tiba-tiba saja dia mengeluarkan sajam dan membuang kumpangnya ke sisi jalan, lalu langsung menusuk korban,” ujar Yusran saat diwawancarai di lokasi kejadian, Jumat (3/4).
Serangan Mendadak Tanpa Pernyataan Apapun
Sebelum melancarkan serangan, tersangka tidak memberikan peringatan atau tantangan apapun. Menurut Yusran, serangan itu begitu mendadak dan tanpa kesempatan untuk menghindar. Setelah melihat korban tersungkur, Yusran merasa terancam dan langsung berlari menuju rumah korban yang tidak jauh dari lokasi.
Di sana, Yusran memberitahukan istri korban mengenai penusukan tersebut. “Suami kamu berkelahi dengan Agus,” ujar Yusran saat memberikan kabar tersebut kepada istri Noorwahdiatsyah. Istri korban pun langsung berlari menuju lokasi kejadian sambil berteriak histeris.
Sementara itu, pelaku telah berhasil melarikan diri. Menurut Yusran, saat itu ia kembali melihat bahwa pelaku sudah tidak berada di lokasi kejadian. Dari rekaman kamera CCTV, terlihat bahwa tersangka tidak terburu-buru meninggalkan tempat kejadian. “Dia jalan santai saja sambil membawa senjatanya. Tidak lari,” tambah Yusran dalam Program Saksi Kata BPost.
Respons Masyarakat dan Petugas
Warga yang mendengar teriakan istri Noorwahdiatsyah mulai berdatangan. Saat itu korban dilaporkan masih dalam kondisi bernapas meski telah tersungkur bersimbah darah. Noorwahdiatsyah segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ulin menggunakan ambulans. Namun oleh petugas Instalasi Gawat Darurat, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Polisi telah melakukan pemeriksaan lokasi dan meminta keterangan sejumlah orang. “Hari ini tadi saya dimintai keterangan di Polsek Banjarmasin Barat,” ujar Yusran. Polisi termasuk dari Satreskrim Polresta Banjarmasin juga melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Proses Investigasi dan Penindakan
Setelah kejadian tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka mengumpulkan bukti-bukti seperti rekaman CCTV dan keterangan saksi mata. Yusran menjadi salah satu saksi utama yang memberikan informasi penting mengenai kejadian tersebut.
Selain itu, polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan lancar. Dengan bantuan teknologi dan data yang ada, pihak berwajib berharap bisa segera menemukan tersangka dan menuntutnya sesuai dengan hukum yang berlaku.



















