• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Dino Patti Djalal Kritik Prabowo: Balasan Seskab Teddy Indra Wijaya

Hendra by Hendra
14 Juni 2026 - 13:50
in politik
0

Debat Anggaran Kunjungan Luar Negeri Presiden: Kritik Dino Patti Djalal dan Respons Seskab Teddy Indra Wijaya

Isu mengenai frekuensi dan anggaran kunjungan luar negeri Presiden Republik Indonesia menjadi sorotan publik belakangan ini. Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, melayangkan kritik tajam terkait besarnya biaya yang dikeluarkan untuk agenda internasional tersebut. Namun, kritik ini segera mendapat respons tegas dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang membantah tudingan tersebut dengan membeberkan berbagai capaian konkret yang dihasilkan dari kunjungan Presiden.

Kritik Dino Patti Djalal: Beban Anggaran Kunjungan Luar Negeri

Dino Patti Djalal melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, X, mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya frekuensi dan anggaran yang dialokasikan untuk kunjungan luar negeri Presiden. Ia menekankan bahwa setiap perjalanan internasional kepala negara membutuhkan biaya yang sangat besar, mencakup berbagai pos pengeluaran.

“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar,” ujar Dino. “Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya. Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar.”

Menyadari pentingnya menjaga hubungan internasional, Dino kemudian memberikan lima saran kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap menjalin relasi antarnegara dengan lebih efisien dalam hal anggaran:

  • Pemanfaatan Teknologi Komunikasi: Melakukan komunikasi melalui video call, zoom call, atau panggilan telepon sebagai alternatif utama untuk menghemat biaya.
  • Strategi Pertemuan di Forum Internasional: Memanfaatkan kehadiran dalam forum internasional untuk bertemu dengan kepala negara lain, sehingga dapat menghemat anggaran perjalanan yang terpisah.
  • Perencanaan Kunjungan yang Profesional: Melakukan kunjungan internasional secara profesional dan terencana dengan matang untuk memastikan efektivitas dan efisiensi.
  • Prioritaskan Menerima Tamu Negara: Lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air dalam satu tahun ke depan dibandingkan melakukan perjalanan ke luar negeri, mencontohkan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang lebih banyak menerima tamu negara di Beijing.
  • Delegasikan Misi Diplomatik Taktis: Menyerahkan urusan terkait misi diplomatik yang bersifat taktis kepada Menteri Luar Negeri, Bapak Sugiono, untuk mengurangi beban dan fokus Presiden.
Baca Juga  PP Penugasan Polisi di Luar Struktur: Target Rampung Januari 2026

Pernyataan Dino Patti Djalal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan efisiensi anggaran negara dalam menjalankan diplomasi internasional.

Respons Seskab Teddy Indra Wijaya: Capaian Nyata dan Tanggung Jawab Pribadi

Menanggapi kritik Dino Patti Djalal, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan bantahan tegas dan membeberkan berbagai capaian konkret yang berhasil diraih melalui kunjungan luar negeri Presiden. Teddy menekankan bahwa kunjungan tersebut bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan telah menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia.

Teddy mengawali responsnya dengan memberikan apresiasi terhadap Dino Patti Djalal sebagai seorang diplomat yang hebat, namun secara halus menyindir masa jabatan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri yang singkat. “Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walaupun hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,” ucap Teddy.

Selanjutnya, Teddy memberikan klarifikasi mendalam mengenai dua poin utama kritik Dino, yaitu biaya dan jumlah rombongan.

Pembiayaan Kunjungan Luar Negeri: Tanggung Jawab Pribadi Presiden

Teddy menegaskan bahwa segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara untuk kunjungan luar negeri Presiden sepenuhnya ditanggung oleh dana pribadi Presiden Prabowo Subianto. “Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan komitmen Presiden untuk tidak membebani anggaran negara melebihi yang telah ditetapkan, bahkan jika ada pengeluaran tambahan.

Pengurangan Jumlah Rombongan: Efisiensi yang Signifikan

Terkait jumlah rombongan yang mendampingi Presiden, Teddy membeberkan bahwa jumlahnya telah berkurang secara drastis dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya. “Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Berkurang lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu, itu sekaligus luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” ujarnya.

Baca Juga  Bagaimana Konflik Global Mempengaruhi Agenda Berita di Indonesia

Pengurangan signifikan ini menunjukkan upaya nyata dalam efisiensi anggaran dan operasional kunjungan luar negeri.

Konteks Krisis Global dan Pentingnya Diplomasi

Teddy juga menjelaskan konteks global yang dihadapi Indonesia saat Presiden Prabowo menjabat. “Masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah, itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya,” ujar Teddy.

Dalam situasi krisis global seperti ini, Teddy menekankan pentingnya seorang pemimpin untuk membangun hubungan yang kuat dan dekat dengan para pemimpin negara lain. “Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia,” sambungnya.

Hubungan yang baik ini krusial agar Indonesia dapat meminta bantuan ketika menghadapi kondisi mendesak. “Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi,” ucap Teddy.

Capaian Nyata dari Kunjungan Luar Negeri

Teddy kemudian memaparkan deretan capaian konkret yang berhasil diraih berkat diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dalam 1,5 tahun terakhir, membantah anggapan bahwa kunjungan tersebut hanya bersifat seremonial.

  1. Keanggotaan BRICS: Indonesia berhasil bergabung dengan BRICS. Manfaatnya terlihat jelas di tengah krisis dunia, di mana stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi aman dan harganya tidak naik, serta stok pangan juga terjamin.
  2. Tarif 0 Persen di Uni Eropa: Perjanjian tarif 0 persen di Uni Eropa yang mencakup 25 negara berhasil dicapai pada tahun 2025. Padahal, perjanjian ini telah diupayakan selama belasan tahun sebelumnya.
  3. Investasi Triliunan Rupiah: Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data dari BKPM. Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea saja berhasil mendatangkan investasi sekitar Rp 575 triliun.
  4. Penguatan Alat Pertahanan: Indonesia kini memiliki alat pertahanan yang kuat berkat kerja sama dengan berbagai negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.
  5. Kelancaran Program Haji: Program ibadah haji tahun 2025 dan 2026 berjalan lancar tanpa kendala signifikan. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki perkampungan haji di Arab Saudi, bahkan Arab Saudi sampai mengubah undang-undangnya untuk memfasilitasi hal tersebut.
  6. Peran Aktif di Palestina: Presiden Prabowo menunjukkan peran aktif dalam isu Palestina melalui pengiriman logistik dari udara (drop-off) yang memerlukan diplomasi lintas negara, serta pengiriman kapal rumah sakit ke Palestina. Selain itu, Indonesia juga menyekolahkan sekitar 100 anak Palestina di universitas di Indonesia.
  7. Pembebasan WNI: Berkat diplomasi yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Israel berhasil dibebaskan dan langsung dikembalikan ke Indonesia.
Baca Juga  Sistem Pemilu Digital: Pakar Ingatkan Potensi Risiko Jika Kembali Diusung

Teddy menegaskan bahwa hasil-hasil konkret tersebut adalah bukti nyata dari diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui berbagai cara, baik yang dipublikasikan maupun yang tertutup, dengan fokus utama pada hasil yang terukur.

Debat antara Dino Patti Djalal dan Teddy Indra Wijaya ini menyoroti pentingnya transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan diplomasi internasional, serta pentingnya melihat hasil nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Kuba: AS Sengaja Lakukan Genosida
politik

Kuba: AS Sengaja Lakukan Genosida

14 Juni 2026 - 10:48
DPRD Kaltim Selidiki Pansus Pasca Temuan BPK di Beasiswa Gratispol dan Infrastruktur
politik

DPRD Kaltim Selidiki Pansus Pasca Temuan BPK di Beasiswa Gratispol dan Infrastruktur

14 Juni 2026 - 10:12
Trump Maki Netanyahu: “Kamu Gila, Aku Selamatkanmu!”
politik

Trump Maki Netanyahu: “Kamu Gila, Aku Selamatkanmu!”

14 Juni 2026 - 08:38
politik

DPRD Klaten Bahas Raperda Strategis: Narkoba dan Sampah Jadi Sorotan Pemkab

14 Juni 2026 - 07:47
politik

Restu Prabowo untuk MBG Anak Indonesia di Jeddah

14 Juni 2026 - 01:43
Kepada Presiden Prabowo, 5 Saran untuk Kurangi Perjalanan Luar Negeri dan Hemat Miliaran Rupiah
politik

Kepada Presiden Prabowo, 5 Saran untuk Kurangi Perjalanan Luar Negeri dan Hemat Miliaran Rupiah

14 Juni 2026 - 00:49
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Letusan Kembar Lewotobi Pagi Ini

Letusan Kembar Lewotobi Pagi Ini

14 Juni 2026 - 15:08
Cuaca Batam Didominasi Udara Kabur: Warga Diminta Tetap Waspada dan Terapkan Langkah Perlindungan

Cuaca Batam Didominasi Udara Kabur: Warga Diminta Tetap Waspada dan Terapkan Langkah Perlindungan

14 Juni 2026 - 14:59
Adam Sandler’s Photo Sparks Global Female Outrage

Adam Sandler’s Photo Sparks Global Female Outrage

14 Juni 2026 - 14:55
Mobil Terbang Mulai Diuji Coba di Langit Jakarta Hari Ini (Menjadi Sorotan)

Mobil Terbang Mulai Diuji Coba di Langit Jakarta Hari Ini (Menjadi Sorotan)

14 Juni 2026 - 14:49
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.