Kesiapan Dinas Perhubungan Parigi Moutong Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Parigi Moutong telah mengambil langkah-langkah persiapan untuk mengamankan kelancaran arus mudik. Salah satu fokus utama adalah penyiapan personel lalu lintas yang akan ditugaskan di berbagai pos pelayanan, pos terpadu, dan terminal.
Penempatan Personel dan Fasilitas Pendukung
Menurut Sekretaris Dishub Parigi Moutong, Ismet, sebanyak 30 personel dari bidang lalu lintas telah disiagakan. Para personel ini akan ditempatkan di titik-titik strategis di sepanjang jalur mudik untuk memantau pergerakan kendaraan dan memastikan kelancaran lalu lintas.
“Personel kami akan terbagi di berbagai pos dan titik vital. Tugas mereka tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga membantu pemudik jika ada kendala di perjalanan,” jelas Ismet pada Sabtu (14/3/2026).
Selain penempatan personel, Dishub Parigi Moutong juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi para pemudik. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah rest area sementara di lokasi Jembatan Timbang Desa Toboli. Area ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pemudik untuk beristirahat sejenak guna memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga dapat meminimalisir potensi kelelahan yang berujung pada kecelakaan.
Harapan Minimnya Peningkatan Volume Kendaraan
Meskipun persiapan telah dilakukan, pihak Dishub Parigi Moutong belum dapat memprediksi secara pasti jumlah kendaraan yang akan melintas selama arus mudik Lebaran 2026. Data riil di lapangan akan menjadi dasar evaluasi selanjutnya.
Namun, Ismet menyampaikan harapannya agar volume kendaraan tidak mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan volume kendaraan seringkali berbanding lurus dengan potensi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kelancaran dan keamanan arus mudik menjadi prioritas utama.
“Kami selalu mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan mematuhi aturan lalu lintas agar mudik aman dan nyaman,” tegas Ismet.
Pentingnya Kesadaran dan Kepatuhan Pengguna Jalan
Keberhasilan penyelenggaraan arus mudik yang aman dan lancar tidak hanya bergantung pada kesiapan instansi terkait, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kesadaran dan kepatuhan para pengguna jalan. Pengecekan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh adalah langkah krusial. Hal ini mencakup pemeriksaan rem, ban, lampu, oli mesin, serta kelengkapan surat-surat kendaraan.
Selain itu, disiplin dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya insiden di jalan. Pengendara disarankan untuk memanfaatkan rest area yang tersedia, baik yang bersifat permanen maupun sementara, untuk beristirahat secara berkala.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus berupaya menciptakan kondisi lalu lintas yang optimal. Namun, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, terutama para pemudik, akan sangat menentukan terwujudnya mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman, dan penuh makna. Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat adalah fondasi penting untuk memastikan setiap perjalanan mudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat.













