Doa Sahur 25 Ramadhan 2026: 3 Amalan Utama

Diposting pada

Doa Hari ke-25 Ramadhan: Meraih Lailatul Qadar dan Kemudahan Hidup

Memasuki hari ke-25 bulan suci Ramadhan, tepatnya pada Minggu, 15 Maret 2026, umat Islam kembali diingatkan akan keistimewaan waktu sahur sebagai momen emas untuk bermunajat kepada Allah SWT. Di tengah kekhusyukan menjalankan ibadah puasa, memperbanyak doa dan zikir menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada sepertiga malam terakhir. Selain melantunkan doa khusus hari ke-25, para ulama menekankan pentingnya memanfaatkan waktu sahur untuk bersimpuh dalam istighfar dan salat malam, sebagai sarana penyucian diri serta upaya menggapai rahmat dan ampunan-Nya yang terbuka lebar bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh.

Doa Ramadhan Hari ke-25

Berikut adalah bacaan doa Ramadhan untuk hari ke-25:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُورِي فِيهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيرِي وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِينَ

Latin:
Allahummarzuqnii fiihi fadhlal lailatil qadri, wa shayyir umuurii fiihi minal ‘usri ilal yusri, waqbal ma’aadziirii wa huththa ‘annidz dzanba wal wizra yaa rauufan bi’ibaadish shaalihiin.

Artinya:
“Ya Allah, berkahilah aku di bulan ini dengan mendapatkan lailatul qadr. Ubah arah hidupku dari hidup yang susah menjadi mudah. Terimalah segala permohonan maafku dan hapuskan dosa-dosa dan kesalahanku. Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya yang saleh.”

Doa ini memohon kepada Allah SWT agar diberikan karunia Lailatul Qadar, kemudahan dalam segala urusan, penerimaan atas segala permohonan maaf, serta penghapusan dosa dan kesalahan. Permohonan ini dilandasi keyakinan bahwa Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh.

Tiga Amalan Utama di Waktu Sahur yang Penuh Berkah

Waktu menjelang sahur memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Momen ini termasuk dalam bagian sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang dikenal sebagai saat paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Pada saat inilah umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak tiga amalan utama:

  • Doa: Memanjatkan segala permohonan dan harapan kepada Allah SWT.
  • Zikir: Mengingat dan menyebut nama Allah SWT sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur.
  • Istighfar: Memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.

Istighfar merupakan bentuk pengakuan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan sangat membutuhkan rahmat serta pengampunan dari Allah. Kalimat istighfar seperti “Astaghfirullahal ‘adzim” menjadi pengingat akan kerendahan diri di hadapan Sang Pencipta. Waktu sahur seringkali menjadi salah satu waktu terbaik untuk memohon ampunan karena suasana yang hening dan khusyuk, ketika sebagian besar manusia masih terlelap.

Dalam banyak ajaran Islam, disebutkan bahwa pada sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu rahmat-Nya dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bermunajat.

Agar Doa Lebih Mustajab: Memanfaatkan Momen Sahur dan Menjelang Berbuka

Menjelang sahur, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir. Hal ini senada dengan penjelasan para ulama, termasuk yang disampaikan oleh Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal. Beliau menjelaskan bahwa saat sahur dan menjelang berbuka puasa merupakan waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa.

Menurutnya, pada saat-saat tersebut, Allah SWT membuka pintu langit-Nya dan menerima doa serta zikir dari hamba-hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh. “Ya, pada saat sahur dan menjelang buka puasa Tuhan akan membuka kedua tangan-Nya, membuka langit-Nya, menerima zikir, menerima doa hamba-Nya,” jelasnya.

Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memanfaatkan setiap detik menjelang imsak maupun menjelang berbuka puasa untuk bermunajat kepada Allah SWT. “Manakala dilakukan di tempat itu, banyaklah berdoa detik-detik menjelang buka puasa. Banyaklah berdoa detik-detik menjelang imsak,” tambahnya.

Memperbanyak Istighfar hingga Salat Malam: Menghapus Dosa dan Mendekatkan Diri pada Allah

Waktu sahur juga merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak istighfar. Selain untuk makan sahur, seorang muslim dapat mengisi waktu berharga ini dengan amalan-amalan sunnah seperti doa, zikir, dan salat malam atau qiyamul lail. Dalam suasana malam yang sunyi, seorang hamba dapat menumpahkan segala penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Istighfar yang dipanjatkan dengan hati yang tulus menjadi bentuk kerendahan diri di hadapan Allah, sekaligus harapan agar dosa-dosa tersebut diampuni. Bahkan, meneteskan air mata tobat pada waktu tersebut memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Tangisan yang lahir dari kesadaran akan dosa menunjukkan keikhlasan untuk kembali kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, disebutkan bahwa ada beberapa jenis air mata yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Tiga jenis air mata yang diyakini mustahil masuk neraka adalah:

  1. Air mata yang keluar karena kerinduan kepada Allah dan Rasul-Nya.
    Air mata ini menunjukkan betapa dalam kecintaan seorang hamba kepada Sang Pencipta dan utusan-Nya.
  2. Air mata yang menetes karena penyesalan atas dosa-dosa masa lalu.
    Tangisan ini mencerminkan kesadaran diri akan kesalahan dan keinginan kuat untuk bertaubat.
  3. Air mata yang muncul karena kegelisahan melihat kemaksiatan di sekitar tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.
    Air mata ini menunjukkan kepedulian terhadap kondisi umat dan keinginan untuk berbuat baik, meskipun terkendala keterbatasan.

Air mata yang lahir dari perasaan tersebut diyakini memiliki nilai yang sangat mulia di sisi Allah dan menjadi tanda keimanan yang tulus.

Sepertiga Malam Terakhir: Jarak Terdekat Antara Hamba dan Tuhannya

Sepertiga malam terakhir seringkali disebut sebagai waktu yang paling istimewa untuk bermunajat kepada Allah. “Malam hari adalah jarak antara hamba dengan Tuhannya lebih dekat,” terang para ulama. Pada saat itulah, suasana malam yang sunyi memberikan kesempatan bagi seorang hamba untuk berdoa dengan lebih khusyuk dan mendalam.

Melalui salat malam, istighfar, dan doa yang panjang, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan atas segala dosa yang pernah dilakukan. “Maka itu, doalah panjang-panjang di malam hari ya. Sepertiga malam itu tempat paling bagus untuk melakukan salat dan melakukan doa di tempat itulah yang paling bagus untuk kita melakukan taubat penyembahan pendakian terhadap Allah SWT,” demikian anjuran yang diberikan.

Bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memanfaatkan waktu-waktu tersebut sebagai jalan menuju pengampunan dan rahmat Allah SWT. Dengan memanfaatkan momen sahur dan sepertiga malam terakhir, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadahnya, memohon kemudahan dalam hidup, dan meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan