Komplotan Curanmor Sadis Diringkus: Tembak Warga Demi Melarikan Diri
Aksi kejahatan kembali mengguncang Ibu Kota. Sebuah komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang tidak hanya nekat, tetapi juga kejam, berhasil diringkus oleh aparat kepolisian. Para pelaku ini tak segan melancarkan tembakan ke arah warga yang mencoba menggagalkan aksi mereka. Insiden yang terjadi di Jalan Andong II, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, ini meninggalkan luka dan rasa was-was di kalangan masyarakat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, membenarkan penangkapan dua pelaku utama dalam kasus ini. Para tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial VV (29) dan RC (44), berhasil diamankan di dua lokasi berbeda setelah pelarian mereka.
Proses penangkapan pertama menyasar pelaku VV. Ia berhasil dibekuk pada Jumat, 9 Januari 2026, dini hari, di sebuah hotel yang berlokasi di wilayah Gondokusuman, Yogyakarta. Lokasi penangkapan yang cukup jauh ini menunjukkan upaya pelarian yang terencana dari para pelaku.
Tidak berselang lama, polisi melanjutkan perburuan terhadap rekan VV. Pelaku lainnya, RC, berhasil ditangkap di wilayah Cimahi, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. Penangkapan di dua provinsi berbeda ini merupakan bukti kerja keras dan koordinasi tim kepolisian dalam membongkar jaringan curanmor yang beroperasi di Jakarta.
Saat ini, kedua pelaku tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka resmi dan menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Mereka akan menghadapi proses hukum lebih lanjut atas perbuatan mereka yang meresahkan masyarakat.
Barang Bukti yang Mengungkap Kejahatan
Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari keberhasilan polisi menyita sejumlah barang bukti yang signifikan. Dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil mengamankan:
- Dua senjata api rakitan: Senjata api ini diduga kuat digunakan pelaku untuk mengancam dan melukai warga yang mencoba mencegah aksi mereka. Keberadaan senjata api ini menambah tingkat keseriusan kejahatan yang dilakukan.
- 12 butir peluru: Jumlah peluru yang disita menunjukkan kesiapan pelaku untuk menggunakan senjata api mereka.
- Satu kunci letter T: Alat ini merupakan alat utama yang digunakan oleh para pelaku curanmor untuk membobol kunci kontak kendaraan roda dua.
- Tujuh unit motor: Kendaraan roda dua ini diduga kuat merupakan hasil dari tindak pidana pencurian yang telah mereka lakukan sebelumnya.
- Kendaraan yang digunakan saat beraksi: Selain motor hasil curian, polisi juga menyita kendaraan yang mereka gunakan untuk melakukan aksinya, yang kemungkinan besar juga merupakan hasil kejahatan atau sarana pendukung.
Kombes Pol Iman Imanuddin menyatakan bahwa barang bukti yang berhasil disita ini akan menjadi dasar kuat dalam proses penyidikan dan pembuktian di pengadilan.
Kronologi Kejadian yang Mencekam
Peristiwa pencurian yang berujung pada penembakan ini terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 08.20 WIB. Pagi yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam ketika para pelaku melancarkan aksinya.
Awalnya, korban yang saat itu berada di dalam rumah sedang bersantai di ruang tamu. Tiba-tiba, ia mendengar suara motor yang mencurigakan dari arah luar rumahnya. Penasaran, korban kemudian beranjak untuk memeriksa. Alangkah terkejutnya ia mendapati bahwa motor yang dibawa kabur oleh pelaku ternyata adalah miliknya sendiri.
Tanpa pikir panjang, korban segera berusaha mengejar pelaku yang sedang berusaha membawa kabur motor kesayangannya. Dalam upaya penangkapan yang dilakukan oleh korban dan dibantu oleh warga lain, salah seorang pelaku sempat berhasil diamankan.
Namun, situasi berubah dramatis. Pelaku yang terdesak mulai memberontak dan menunjukkan niat jahatnya. Ia mengeluarkan senjata api rakitan yang dibawanya dan melepaskan tembakan ke arah warga yang membantu korban.
“Pelaku menembak sebanyak tiga kali ke arah saksi M yang membantu korban untuk mengamankan pelaku. Kemudian pelaku melarikan diri,” jelas Kombes Pol Iman Imanuddin. Tiga kali tembakan dilepaskan ke arah saksi yang berusaha mencegah pelarian, menunjukkan betapa berbahayanya komplotan ini. Beruntung, saksi M selamat dari insiden penembakan tersebut, meskipun peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam.
Aksi tembak-menembak dan pelarian pelaku ini tentu saja menimbulkan kegaduhan dan ketakutan di lingkungan tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut merasa resah dengan maraknya aksi kejahatan jalanan yang semakin brutal.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Penangkapan komplotan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan rasa aman di masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kerjasama antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

















