Pergerakan harga emas perhiasan pada hari Minggu, 1 Maret 2026, menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Fenomena ini selalu menarik perhatian para pelaku pasar, investor, dan masyarakat umum yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi maupun pelengkap gaya hidup. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga permintaan domestik yang terus berfluktuasi.
Bagi mereka yang berencana untuk membeli atau menjual perhiasan emas, memahami perbandingan harga antar toko dan kadar emas menjadi sangat penting. Perbedaan harga yang cukup mencolok dapat ditemui di berbagai gerai atau platform penjualan emas.
Perbandingan Harga Emas Perhiasan di Rajaemas dan Lakuemas
Dua gerai terkemuka yang sering menjadi acuan adalah Rajaemas dan Lakuemas. Pada hari Minggu, 1 Maret 2026, perbandingan harga kedua toko ini menunjukkan adanya selisih yang menarik untuk dicermati.
Rajaemas
Di Rajaemas, harga emas perhiasan dengan kadar 24 karat, yang merupakan kadar paling murni, dibanderol sebesar Rp2.715.000 per gram. Sementara itu, untuk kadar yang lebih rendah, yaitu 5 karat, harganya adalah Rp497.000 per gram. Perlu dicatat bahwa Rajaemas menyediakan daftar harga yang sangat rinci untuk berbagai kadar emas, mulai dari yang tertinggi hingga terendah.
Berikut adalah rincian harga emas perhiasan di Rajaemas pada tanggal 1 Maret 2026:
- Kadar 24 Karat (K24): Rp2.715.000 per gram.
- Terdapat juga kategori K24 lain yang dihargai Rp2.540.000 per gram, kemungkinan merujuk pada jenis atau bentuk perhiasan yang berbeda.
- Kadar 23 Karat (K23): Rp2.260.000 per gram.
- Kadar 22 Karat (K22): Rp2.160.000 per gram.
- Kadar 21 Karat (K21): Rp2.065.000 per gram.
- Kadar 20 Karat (K20): Rp1.966.000 per gram.
- Kadar 19 Karat (K19): Rp1.867.000 per gram.
- Kadar 18 Karat (K18): Rp1.771.000 per gram.
- Kadar 17 Karat (K17): Rp1.683.000 per gram.
- Kadar 16 Karat (K16): Rp1.574.000 per gram.
- Kadar 15 Karat (K15): Rp1.478.000 per gram.
- Kadar 14 Karat (K14): Rp1.380.000 per gram.
- Kadar 13 Karat (K13): Rp1.281.000 per gram.
- Kadar 12 Karat (K12): Rp1.189.000 per gram.
- Kadar 11 Karat (K11): Rp1.086.000 per gram.
- Kadar 10 Karat (K10): Rp988.000 per gram.
- Kadar 9 Karat (K9): Rp894.000 per gram.
- Kadar 8 Karat (K8): Rp794.000 per gram.
- Kadar 7 Karat (K7): Rp693.000 per gram.
- Kadar 6 Karat (K6): Rp597.000 per gram.
- Kadar 5 Karat (K5): Rp497.000 per gram.
Lakuemas
Sementara itu, di Lakuemas, harga emas perhiasan dengan kadar 24 karat (99%) pada hari yang sama dijual seharga Rp2.631.000 per gram. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harga di Rajaemas untuk kadar yang sama.
Berikut adalah daftar harga emas perhiasan di Lakuemas pada tanggal 1 Maret 2026:
- Kadar 24 Karat (99%): Rp2.631.000 per gram.
- Kadar 23 Karat: Rp2.262.000 per gram.
- Kadar 22 Karat: Rp2.163.000 per gram.
- Kadar 21 Karat: Rp2.068.000 per gram.
- Kadar 20 Karat: Rp1.968.000 per gram.
- Kadar 19 Karat: Rp1.868.000 per gram.
- Kadar 18 Karat: Rp1.768.000 per gram.
- Kadar 17 Karat: Rp1.668.000 per gram.
- Kadar 16 Karat: Rp1.569.000 per gram.
- Kadar 15 Karat: Rp1.471.000 per gram.
- Kadar 14 Karat: Rp1.372.000 per gram.
- Kadar 13 Karat: Rp1.274.000 per gram.
- Kadar 12 Karat: Rp1.174.000 per gram.
- Kadar 11 Karat: Rp1.074.000 per gram.
- Kadar 10 Karat: Rp976.000 per gram.
- Kadar 9 Karat: Rp876.000 per gram.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas
Pergerakan harga emas, baik itu emas batangan maupun emas perhiasan, dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang saling terkait. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu investor dan masyarakat umum dalam mengambil keputusan yang lebih bijak.
Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat (USD): Emas secara global diperdagangkan dalam Dolar AS. Ketika Dolar menguat, harga emas cenderung turun karena emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Sebaliknya, pelemahan Dolar biasanya membuat harga emas naik.
Inflasi: Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika tingkat inflasi tinggi dan daya beli mata uang menurun, investor cenderung beralih ke emas sebagai aset yang nilainya lebih stabil.
Suku Bunga: Kenaikan suku bunga oleh bank sentral (seperti The Fed di AS) dapat membuat aset lain seperti obligasi menjadi lebih menarik, sehingga mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap.
Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik: Periode ketidakpastian, seperti krisis ekonomi, konflik geopolitik, atau pandemi, seringkali mendorong investor untuk mencari aset yang aman (safe haven) seperti emas. Permintaan yang meningkat dalam situasi seperti ini biasanya menaikkan harga emas.
Permintaan dan Penawaran: Seperti komoditas lainnya, hukum permintaan dan penawaran berlaku untuk emas. Peningkatan permintaan dari industri perhiasan, industri elektronik, atau bank sentral dapat mendorong harga naik. Sebaliknya, peningkatan produksi tambang atau penjualan cadangan emas oleh negara dapat menekan harga.
Pergerakan Pasar Keuangan Lainnya: Kinerja pasar saham, pasar obligasi, dan komoditas lainnya juga dapat memengaruhi sentimen investor terhadap emas.
Dengan memahami dinamika ini, masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi fluktuasi harga emas perhiasan dan membuat keputusan investasi yang tepat.












